Tommy Soeharto dan pengusaha Dubai kolaborasi bangun proyek rumah murah

Jum'at, 12 April 2019 | 08:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hutomo Mandala Putra Soeharto atau Tommy Soeharto melalui perusahaannya, PT Berkarya Makmur Sejahtera bersama Bin Zayed Group, badan usaha asal Dubai Uni Emirat Arab berkolaborasi untuk menggarap proyek rumah murah di Tanah Air.

Bin Zayed Group akan menyiapkan dana investasi sekitar US$ 3 miliar hingga US$ 5 miliar atau antara Rp 42 triliun hingga Rp 70 triliun (asumsi kurs Rp 14.000). Dana tersebut untuk membangun rumah murah dan investasi lainnya seperti pembangkit listrik dari energi terbarukan.

Hanya saja, Tommy mengatakan nilai investasi tersebut belum dirinci porsinya. "Dari hasil pembahasan saya kira itu untuk keseluruhannya, tapi tidak menutup kemungkinan itu bisa ditambah jumlahnya, karena mereka siap untuk mengalokasikan dana yang lebih besar," katanya di Crown Plaza Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Menurut Tommy, Jumlah rumah murah yang akan dibangun sekitar 500.000 unit. "Kalau US$ 5 miliar itu kita konversikan tadi proyek rumah, satu rumah rumahnya US$ 10 ribu, Rp 145 juta, berarti akan membuat kurang lebih 500 ribu, memang akan diupayakan ke arah ke sana," terang Tommy

"Tapi tentunya tidak langsung 500 ribu secara bersamaan. Karena nanti dilihat yang feasible di mana saja, dan kesiapan dari pada tanah yang ada, berapa jauhnya. Sehingga nanti kita lihat proyek per proyek," sambungnya.

Direktur Utama Berkarya Makmur Sejahtera Milasari Kusumo Anggraini mengatakan, untuk kerja sama tersebut secara detilnya akan bisa dilihat dalam 3 bulan mendatang. Dia bilang, adanya rumah murah ini diharapkan dapat mengatasi masalah masyarakat, khususnya terkait masalah hunian.

"500 ribu-1 juta rumah per year, jadi 500 ribu-1 juta itu per year cukup sangat didambakan masyarakat Indonesia. Komitmen Bapak Hutomo Mandala Putra, Insya Allah kita eksekusi ini dalam 3 bulan ke depan, kita melihat realisasinya sudah lebih jelas," ujarnya.

"Dari pihak Bin Zayed dengan 500 ribu-1 juta (unit) per tahun target investment US$ 3-5 miliar. Dari situ akan dilihat bisnis-bisnis lainnya, selain itu," tutupnya. kbc10

Bagikan artikel ini: