Hemat 30%, Kementan uji coba B100 ke 50 mobil dinas

Senin, 15 April 2019 | 17:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan uji coba  biodiesel 100% (B100) untuk 50 mobil dinas dan traktor. Dalam uji coba penggunaan B100 , mampu menghemat hingga 30% dibandingkan kendaraan yang menggunakan solar.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, poyek percobaan awal B100 untuk 10 mesin telah mencapai 6.000 kilometer selama perkembangannya. Amran memberikan waktu uji coba dalam dua tiga tahun mendatang apakah kendaraan yang menggunakan B100 ini tetap layak berfungsi.

Amran menambahkan, mesin-mesin pertanian bakal diuji coba secara bertahap. “Pertama, kami minta produsen traktor (mitra Kementan) menyesuaikan mesin untuk biofuel,” kata Amran di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Adapun dari uji coba kendaraan dinas ini, dia berharap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian juga memiliki standar yang sama. Amran menyatakan biodiesel B100 telah memenuhi standar emisi serta penggunaannya lebih hemat.

Menurutnya, penggunaan 1 liter B100 bisa menjalankan kendaraan hingga 13,1 kilometer, jauh lebih tinggi daripada solar yang 1 liter hanya cukup untuk 9,6 kilometer. Dari segi biaya, 1 kilometer perjalanan dengan B100 hanya membutuhkan bahan bakar senilai Rp 732 sedangkan solar harganya sekitar Rp 1.000 per kilometer. “Kira-kira energi baru terbarukan lebih hemat sekitar 30%,” kata Mentan.

Apabila dalam uji coba penggunaan B100 dapat dikatakan visibel diharapkan bakal membantu defisit perdagangan .Dengan penggunaan biodisel ini impor minyak dan solar semakin berkurang. Apalagi, sekarang program B20 mampu memenuhi sekitar 6 juta ton kebutuhan bahan bakar nabati untuk pengganti solar.

Mentan memproyeksikan program B100 sebagai pemenuhan bahan bakar dalam negeri berpotensi menghemat devisa negara sebesar Rp 150 triliun. Produk minyak kelapa sawit pun jadi bahan baku utama karena Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia.

Sepanjang 2018, Kementan mencatat total produksi minyak kelapa sawit sebesar 46 juta ton. Porsi untuk ekspor sebanyak 34 juta ton dan sisanya sekitar 12 juta ton untuk konsumsi dalam negeri. Amran menuturkan, petani kelapa sawit pun bakal mendapatkan kepastian harga karena ada permintaan dalam negeri yang tetap dengan B100. “Nilai tambah produknya banyak sekali,” katanya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Fajri Djufry menyatakan timnya masih membutuhkan bioreaktor biodiesel untuk memastikan kapasitas produksi. Saat ini, dia telah memiliki produk yang sudah mampu melakukan produksi sebanyak 1.600 liter dalam waktu 10 jam. 

Fajri mengungkapkan proses penelitian produksi biodiesel telah berlangsung sejak tahun 2009. “Sudah ada 21 komoditas yang siap, tapi sekarang khusus untuk minyak kelapa sawit yang telah memiliki tiga paten,” ujarnya. kbc11

Bagikan artikel ini: