Kaum perempuan ditargetkan bisa isi separuh di industri penerbangan

Senin, 22 April 2019 | 08:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri penerbangan internasional mendorong keterlibatan para perempuan hingga 50:50 terhadap laki-laki pada 2030 mendatang. Hal ini sesuai hasil sidang umum Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti, seperti dilansir, Minggu (21/4/2019). 

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, dia bilang bahwa perempuan dituntut maju di industri penerbangan dengan dukungan pemerintah. "Saya akan upayakan maksimal agar komposisi tersebut dapat secara bertahap tercapai," ujarnya. 

Menurut Polana, keterlibatan perempuan dalam industri penerbangan sangat penting, mengingat perannya sebagai penyangga pertumbuhan ekonomi negara. 

"Para 'Kartini' penerbangan Indonesia, kalian adalah putri sejati, pendekar bangsa, penyangga negeri, berjuang terus menjaga NKRI dengan penuh semangat tanpa mengenal letih, berjuang memberikan kontribusi untuk penerbangan Indonesia," ujar Polana yang juga menjadi Dirjen Udara perempuan pertama. 

Ia juga mengingatkan para 'Kartini' penerbangan untuk menjadi diri sendiri, mandiri, dan menginspirasi. "Jangan lupakan kodrat sebagai istri dan ibu, serta selalu setia kepada keluarga dan negara. Kalian luar biasa," katanya memuji. 

Polana berjanji ia dan jajarannya masih akan bekerja keras mencapai target-target penerbangan nasional dan internasional. 

"Saya akan mempertahankan dan meningkatkan kinerja penerbangan Indonesia di dunia internasional. Catatan-catatan atau finding audit internasional akan diselesaikan secara bertahap dan target yang terukur," imbuh dia. 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa keterlibatan perempuan di sektor transportasi cuma lima persen. 

"Transportasi itu keras. Jadi, saya bilang kepada Kepala Badan Pengembangan SDM Kemenhub bahwa jumlah SDM perempuan di sektor transportasi perlu ditingkatkan untuk bidang-bidang tertentu, seperti petugas ATC, pilot, atau kegiatan lain yang memerlukan keahlian. Dan saya yakin perempuan di Indonesia mampu," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: