Kereta api diprediksi jadi armada primadona pemudik Lebaran

Senin, 22 April 2019 | 20:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi kereta api menjadi moda transportasi umum primadona yang dipilih pemudik di Lebaran mendatang. Diperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan jasa kereta api mencapai 6,45 juta jiwa.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum akan mencapai 22,83 juta jiwa. Angka tersebut lebih tinggi 4,14% dibandingkan total pemudik pengguna angkutan umum di tahun sebelumnya.

Kereta api diprediksi akan menampung jumlah pemudik paling besar yakni mencapai 6,45 juta jiwa, tumbuh 3,41% dari 2018 yang hanya 6,24 juta penumpang."Angkutan ini memang sangat digemari hanya saja kapasitasnya masih sangat terbatas. Kami minta mereka tingkatkan kapasitas dengan menambah rangkaian sehingga bisa menampung lebuh banyak penumpang," ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Selain menambah penumpang, moda kereta juga diminta memperhatikan keselamatan di titik-titik tertentu yang rawan longsor. Pasalnya, jika terjadi longsor di satu titik rel akan mengakibatkan keterlambatan dan kekisruhan yang masif.

Setelah kereta api, pesawat terbang menyusul di urutan kedua dengan total penumpang 5,78 juta orang, naik 3,17% dari tahun sebelumnya yakni 5,6 juta jiwa.Peningkatan pada angkutan udara tidak sebesar tahun lalu.

Banyak pengguna yang beralih ke moda lain karena tarif pesawat terbang terlalu tinggi.Selanjutnya, ada bus dengan jumlah penumpang yang diprediksi mencapai 4,68 juta orang, tumbuh 3,88% dari 2018 yang hanya 4,51 juta orang.

Kemudian, di posisi empat dan lima ditempati kapal feri dan kapal penyeberangan yang diproyeksikan bisa mengangkut 4,53 juta dan 1,08 juta penumpang. "Akan terjadi pergeseran dari angkutan udara. Sebagian akan beralih ke darat. Tetapi pesawat masih akan menjadi primadona untuk pemudik antar pulau," ujar Budi.

Budi akan memanggil manajemen maskapai-maskapai penerbangan pada pekan ini guna membahas tarif angkutan udara yang menjadi akar persoalan merosotnya angka penumpang di sektor tersebut. Kendati demikian, tarif bukan menjadi satu-satunya hal yang menjadi perhatian pemerintah. Keamanan dan keselamatan, tegas Budi, tetap menjadi prioritas utama.

"Kami akan minta seluruh maskapai memastikan armada mereka dalam kondisi laik terbang. Kami akan lakukan ramp check untuk memastikan semuanya baik," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: