KKP pangkas waktu layanan perizinan pakan dan obat ikan

Senin, 22 April 2019 | 20:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pelayanan perizinan pakan dan obat ikan. Berkat layanan yang lebih cepat dari sebelumnya ini, pelaku usaha perikanan pun diuntungkan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan, sistem layanannya sudah online dan berbagai persyaratannya tak berbelit-belit. Sebagai contoh, pelaku usaha yang mengurus Surat Keterangan Teknis (SKT) impor bahan baku dan/atau pakan ikan dari semula 7 hari kerja, saat ini sudah dipercepat menjadi 5 hari kerja.

Begitu juga untuk layanan pendaftaran pakan ikan dari semula 25 hari kerja sudah dipercepat menjadi 20 hari kerja. "Untuk layanan sertifikasi Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik dari semula 37 hari juga sudah dipercepat menjadi hanya 15 hari kerja," ujar Slamet Soebjakto saat melakukan sosialisasi Permen KP No. 55 Tahun 2018 tentang Pakan Ikan dan Permen KP No. 1 Tahun 2019 tentang Obat Ikan, di Jakarta. Senin (22/4/2019).

Slamet juga mengatakan di bidang obat ikan, untuk layanan Penerbitan Surat Keterangan Teknis bahan baku, obat ikan dan sampel obat ikan dari semula butuh waktu 3 hari kerja, saat ini dipercepat menjadi 2 hari kerja.Sedangkan layanan penerbitan Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) dari semula 25 hari, saat ini dipercepat menjadi 15 hari.

Bahkan, untuk layanan pendaftaran obat ikan yang semula butuh waktu 12 hari kerja, saat ini sudah dipangkas menjadi hanya 10 hari kerja."Sesuai ketentuan Permen KP yang baru, proses perizinan bisa lebih cepat. Layanan sertifikasi Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) dan Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) juga dipercepat, " kata Slamet.

Ia juga mengatakan perubahan Permen KP tersebut dimaksudkan untuk perbaikan pelayanan perizinan di bidang pakan dan obat ikan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (online single submussion).

Melalui ketentuan dalam perizinan yang telah direvisi tersebut diharapkan proses perizinannya lebih efisien, transparan dan akuntabel."Kita ingin melalui Permen KP yang baru, proses perizinan bisa lebih cepat, sehingga pelaku usaha lebih diuntungkan karena sistem sudah online dan berbagai persyaratan tidak berbelit belit. Selain itu, percepatan layanan sertifikasi Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) dan Cara Pembuatan Obat Ikan yang Baik (CPOIB) akan memberikan jaminan kualitas pakan dan obat ikan yang digunakan pembudidaya ikan," papar Slamet.

Menurut Slamet layanannya saat ini berbasis OSS (online single submission) dan waktu proses layananl ebih cepat dari sebelumnya."Disamping layanannya lebih cepat, sesuai peraturan baru tersebut, pelaku usaha dapat langsung menjalankan usahanya setelah mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan pernyataan kesanggupan komitmen," kata Slamet.

Pelaku usaha perikanan, David Alfian dari PT. Biotek Saranatama menyatakan perubahan permen KP terkait pelayanan perizinan bidang pakan dan obat ikan sangat membantu pengusaha. Sebab, perizinan saat ini lebih simpel, transparan dan waktu pelayanan yang lebih cepat."Kami berterima kasih atas upaya KKP dalam perbaikan pelayanan ini. Kami berharap kedepan sosialisasi terus dilakukan jika ada peraturan baru, sehingga kami lebih paham jika ada isu- isu baru yang berkembang," katanya.kbc11

Bagikan artikel ini: