Arus balik Lebaran 2019 diprediksi lebih padat ketimbang mudik, ini alasannya

Selasa, 23 April 2019 | 06:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprediksi volume kendaraan di jalan tol saat arus balik Lebaran 2019 akan lebih besar dibanding arus mudik.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah melakukan prediksi jumlah pelaku mudik dan balik Lebaran 2019. Merujuk data Kementerian Perhubungan, bakal ada 8,44 juta orang yang pulang kampung saat hari raya nanti. Dimana 3,76 juta diantaranya pergi mengendarai mobil pribadi, sedangkan 4,68 juta sisanya menggunakan bus.

"Dari data analisis tim Litbang Kementerian Perhubungan, 40 persen akan gunakan jaringan tol. Itu sekitar 3,376 juta orang," terang dia saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Danang melanjutkan, puncak arus berangkat mudik diperkirakan terjadi pada Jumat 31 Mei 2019, dengan sekitar 640 ribu orang akan melewati tol. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada Minggu, 9 Juni 2019.

Dia pun menyatakan, pemerintah menaruh atensi lebih terhadap arus balik lantaran gerak kendaraan diprediksi akan lebih padat dibanding saat waktu berangkat.

"Pertimbangan kenapa arus balik jadi perhatian, karena memang jarak hari libur hari raya dan periode masuk kerja lebih pendek saat mudik balik. Sehingga saat mudik bakal terdistribusi lebih besar dibanding arus balik," jelasnya.

"Sekarang kita perlu menaruh perhatian saat arus balik karena dua hal. Akumulasi puncak saat arus balik akan lebih besar, 750 ribu (orang). Dan kelelahan pemudik juga akan lebih besar saat arus balik," imbuh dia.

Indikator lain, ia meneruskan, jumlah kendaraan saat peak hour pada arus balik pun akan lebih ramai. Dengan perhitungan, 16 persen laju kendaraan dari total harian terjadi saat jam puncak, dimana 120 ribu unit kendaraan akan memadati seluruh ruas tol saat arus balik berbanding 102 ribu unit kendaraan pada arus mudik.

Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah akan lanjut membahas seputar kemungkinan penerapan alur lalu lintas menjadi satu arah, baik saat mudik ke arah timur Jawa maupun waktu pulang dari timur ke barat.

"Kita akan lakukan pembahasan lebih teknis dengan Korlantas dan Ditjen Perhubungan Darat. Termasuk untuk buat prediksi ruas per ruas, dan ruas-ruas mana yang bakal dijadikan satu arah pada saat mudik dan balik," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: