MBiz dorong UMKM lokal naik kelas

Selasa, 23 April 2019 | 17:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus mendorong pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk dalam program 'Making Indonesia 4.0'.

Sebagai upaya mendorong pengembangan UMKM masuk era digital, Mbizmarket memposisikan diri sebagai Marketplace B2B Pertama di Indonesia yang diyakini berpeluang besar membuat UMKM naik kelas. 

"Pembukaan Mbiz Marketplace tidak hanya mewujudkan UU nomor 20 tahun 2018. UMKM juga diberi peluang luar biasa naik kelas dengan masuk ke MBiz untuk akses digital tanpa memerlukan omzet yang terlalu besar," ujar Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun di Jakarta, Senin (22/4/2019). 

Menurutnya, memang sudah seharus pengadaan barang dan jasa melalui e-procurement mengutip ucapan Presiden Joko Widodo tahun 2017. Terang dia, MBiz bakal membuka jalur besar bisnis UMKM Indonesia untuk akhirnya masuk ke pasar digital yang lebih luas. 

"Transparansi dan akuntabilitas UMKM kini semakin jelas. Dengan keterbukaan ini, akan menjadi PR bagi UMKM untuk meningkatkan kualitasnya dengan kesadaran mereka atas teknologi ini, karena kenaikan kelas UMKM ditandai dengan masuknya produk ke dalam e-commerce," ujar Ikhsan. 

Namun dia berharap perlu adanya perlindungan pemerintah terhadap UMKM dalam e-procurement, melalui peraturan pemerintah misalnya. "Sebelumnya UMKM terbebani dengan order yang besar, terutama jika tidak ada dana yang cukup. MBiz sangat membantu dengan mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan dan fintech, sehingga kendala dana ini pun teratasi," tandas Ikhsan.

Pembentukan MBiz sendiri dilihat dari latar belakang bisnis Indonesia yang sebelumnya belum fokus pada B2B (Business to Business), sementara peluangnya besar di usaha kecil hingga menengah. "Setelah 3 tahun MBiz beroperasi, kami berpikir bahwa perlu adanya pembukaan market untuk memperluas skalabilitas perusahaan-perusahaan ke depannya, baik perusahaan kecil maupun besar," jelas COO MBiz Ryn Hermawan. 

Sementara CEO MBiz Rizal Paramarta mengungkapkan, fokus MBiz bukan hanya bersifat transaksional atau e-commerce saja karena sudah banyak pemain di sektor itu, akan tetapi untuk meningkatkan efisiensi, kemudahan, dan transparansi di area e-procurement sebagai solusi.

Saat ini terpantau masih sedikit UMKM yang masuk ke lingkungan e-procurement. "Untuk naik kelas dalam e-procurement, berarti harus ada perubahan proses. Proses dalam industri harus melalui transformasi digital juga. Kami mengedepankan solusi pengadaan melalui MBiz ini," ujar CCO MBiz Andik Duana Putra. kbc10

Bagikan artikel ini: