BTN targetkan proses akuisisi Jiwasraya rampung semester I

Selasa, 23 April 2019 | 18:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tengah mematangkan akuisisi perusahaan asuransi jiwa yang ditargetkan rampung semester I-2019. Langkah ini sebagai strategi perseroan untuk mendorong pertumbuhan secara anorganik. Saat ini, bank pelat merah ini tengah melakukan kajian untuk berinvestasi di Jiwasraya Putra.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN sedang menyiapkan strategi untuk menyehatkan PT Asuransi Jiwasraya yang tengah menghadapi tekanan likuiditas akibat kasus polis macet. 

Strategi pertama, perusahaan ini akan menerbitkan medium term notes (MTN) sebesar Rp 500 miliar untuk melunasi polis JS Saving Plan yang jatuh tempo. Ini dipastikan akan digelar Mei 2019 karena sudah mendapatkan pembeli siaga.

Kedua, menyiapkan pembentukan anak usaha Jiwasraya yakni Jiwasraya Putra yang diperkirakan akan diluncurkan pada Juni 2019. 

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengungkapkan, Jiwasraya sudah mengantongi calon mitra strategis untuk Jiwasraya Putra.

Maryono, Direktur Utama BTN mengatakan, pihaknya memang sedang melakukan kajian untuk untuk mengakuisisi perusahaan asuransi jiwa tersebut. Namun, dia belum bisa memberikan kepastian karena semua masih dalam proses kajian.

"Semua kajian ini menggunakan konsultan. Saya kira tidak lama lagi kajian ini selesai dan dari kajian tersebut baru kita tahu bagaimana potensinya," kata Maryono di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Sebelumnya, Direktur Risiko, Strategi dan Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso telah memastikan penyertaan modal BTN pada asuransi jiwa akan rampung pada semester I-2019.

Maryono juga belum bisa menyebutkan apakah BTN menjadi salah satu pembeli siaga untuk MTN yang akan dirilis Jiwasraya tersebut. Namun, dia mengatakan opsi itu juga masih dalam kajian BTN. "Itu masih dikaji saat ini. Kita lihat nanti saja," ujarnya.

Bank BTN saat ini tercatat sebagai salah satu agen pemasar asuransi Jiwasraya yang mengalami polis macet. Itu terungkap dari surat Jiwasraya pada bank agen pemasar asuransinya.

Kementerian BUMN kini tengah mendorong sinergi BUMN untuk ikut berinvestasi di Jiwasraya. Maryono mengakui, ada beberapa BUMN yang mengkaji untuk menjadi investor di perusahaan asuransi itu. 

Sebelumnya disebutkan Jiwasraya Putra akan memanfaatkan sinergi BUMN diantaranya BTN, Pegadaian, PT Kereta Api Indonesia dan PT Telkom. kbc10

Bagikan artikel ini: