Antam incar jual 32 ton emas di tahun ini

Kamis, 25 April 2019 | 05:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menargetkan penjualan emas sekitar 32.036 kilogram (kg) atau setara 32 ton lebih di 2019. Target ini naik sebesar 15 persen dibandingkan dengan penjualan emas tahun lalu sebesar 27.894 Kg.

"Untuk komoditas emas, perusahaan menargetkan kenaikan penjualan emas menjadi 32.036 kg, naik sekitar 15 persen dibandingkan capaian penjualan emas 2018," kata Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Arie Prabowo Ariotedjo di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Arie menuturkan, untuk komponen feronikel, Antam menargetkan volume produksi sepanjang tahun ini sebesar 30.280 ton nikel dalam feronikel (TNi). Angka ini meningkat sekitar 21 persen jika dibandingkan dengan capaian produksi sebelumnya yaitu sebesar 24.868 ton.

Tahun lalu, salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mencatatkan penjualan bersih Rp 25,24 triliun. Emas menjadi komponen terbesar pendapatan,  dengan kontribusi Rp 16,69 triliun atau 66 persen dari total penjualan bersih.

"Kontributor terbesar kedua pada pendapatan Perusahaan adalah penjualan feronikel sebesar Rp 4,66 triliun dari total penjualan bersih tahun 2018," jelas Arie.

Dia menambahkan, sisi EBITDA atau Depreciation, and Amortization 2018, Antam mencatatkan sebesar 49 persen yakni Rp 3,33 triliun dibandingkan dengan 2017 lalu sebesar Rp 2,23 triliun.

Berdasarkan capaian-capaian itu, manajemen Antam telah menargetkan kenaikan produksi dan penjualan seluruh komoditas baik emas maupun feronikel.

Sebelumnya, Antam telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018. Ada sejumlah hasil dalam RUPTS, salah satunya para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen sebesar Rp 306,05 miliar atau Rp 12,74 per lembar saham. Dividen yang dibagikan merupakan 35 persen dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2018.

Di samping itu, pemegang saham juga menyetujui laba ditahan senilai Rp 568,38 miliar atau 65 persen dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2018.

"Laba bersih Antam tahun 2018 tercatat Rp 874,43 miliar atau meningkat 541 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 136, 50 miliar," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: