John Robert Powers siap bantu pengembangan startup entrepreneur di Indonesia

Kamis, 25 April 2019 | 07:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sekolah kepribadian John Robert Powers (JRP) Indonesia menggarap pasar startup teknologi dengan meluncurkan program baru yang dinamakan JRP for Startups.

Peluncuran program baru tersebut bersamaan dengan pembukaan kantor pusat JRP di Menara Astra, Sudirman, Jakarta, Selasa (23/4). Masuknya JRP ke pasar startup teknologi didorong oleh terus berkembangnya bisnis startup di Tanah Air.

Komisaris sekaligus Franchise Holder JRP Indonesia, Indayati Oetomo menyatakan, sebagai sekolah kepribadian, JRP selama ini memang mengajarkan bagaimana pengembangan kepribadian (personality development) dan keahlian berkomunikasi (communication skill) kepada pesertanya.

“Itu program reguler kami. Program tersebut rata-rata diikuti oleh 600-an peserta individu. Jika ditambah dengan peserta korporasi, totalnya kami meluluskan sekitar 4.000-an alumnus per tahun, di dalamnya mulai dari anak-anak, karyawan, profesional, selebriti, politisi, hingga menteri,” ungkap Indayati dalam siaran persnya, Rabu (24/4/2019)

Masuknya JRP ke pasar startup menjadi sebuah tantangan tersendiri di tengah banyaknya lembaga-lembaga pelatihan untuk startup. “Namun, yang harus dipahami adalah kami tidak mengajarkan teknisnya membuat startup,” kata Andrew Ardianto, Presiden Direktur dan Direktur Kurikulum JRP Indonesia.

Ia menjelaskan, dalam JRP for Startups, yang diajarkan adalah, bagaimana karakter yang tepat yang harus dimiliki oleh seorang startup entrepreneur, seni pitching yang baik di hadapan investor, dan sejenisnya.

“Itu penting, karena banyak startup entrepreneur yang hanya bisa membuat produk startup tapi tidak bisa memasarkannya, tidak bisa memperoleh pendanaan (funding) karena tidak mengetahui seni pitching yang baik di hadapan investor, dan masih banyak lagi contohnya,” terang Andrew.

Andrew optimistis JRP for Startups yang baru pertama kali ditawarkan di antara jaringan JRP di seluruh dunia diterima pasar dengan baik, terutama para founder startup, sama halnya dengan program-program regulernya. kbc10

Bagikan artikel ini: