Perilaku pembayaran mulai berubah, penggunaan uang elektronik tumbuh 77,6%

Jum'at, 26 April 2019 | 06:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) mencattat pertumbuhan penggunaan uang elektronik dalam setahun terakhir tumbuh signifikan. Hingga Februari 2019, penggunaan uang elektronik tumbuh sebesar 77,6 persen.

Adapun pertumbuhan pembayaran non tunai secara keseluruhan, atau meliputi penggunaan ATM Debit, Kartu Kredit dan Uang Elektronik (UE) tumbuh 17,1 persen.

"Penggunaan ATM Debit, Kartu Kredit dan Uang Elektronik tumbuh 17,1 persen secara tahunan (yoy) pada Februari 2019, di antaranya UE yang mengalami pertumbuhan mencapai 77,6 persen (yoy)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (24/3/2019).

Meskipun pertumbuhan pembayaran non tunai cukup signifikan, pembayaran tunai pun tumbuh postif sebesar 5,6 persen. Adapun penggunaan ATM Debit mendominasi transaksi sistem pembayaran ritel dengan pangsa 94,8 persen dan pertumbuhan 16,6 persen (yoy).

Sementara, uang elektronik mendominasi pembayaran di sektor e-commerce. "Didorong oleh pergeseran preferensi pembayaran dan preferensi atas barang yang dibeli via e-commerce," ujar Perry.

BI pun berupaya untuk mendorong perluasan program elektronifikasi dalam penyaluran bansos, dana desa, moda transportasi, dan operasi keuangan pemerintah sehingga dapat memperkuat peran sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi.

Selain itu, BI juga memastikan kecukupan pasokan uang kertas dan logam dalam pecahan dan jumlah yang memadai di seluruh Indonesia dalam rangka menghadapi Ramadhan/Idul Fitri 1440 H. kbc10

Bagikan artikel ini: