Kebutuhan uang tunai masyarakat Jatim saat Ramadan 2019 ditaksir Rp33,4 triliun

Selasa, 30 April 2019 | 07:11 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang tunai sebagai dampak dari peningkatan transaksi di masyarakat dan libur lebaran. Khusus periode Ramadan diperkirakan kebutuhan akan uang tunai di Jatim sebesar Rp 33,4 triliun.

“Sementara di Surabaya sendiri kebutuhannya adalah sekitar Rp 17,1 triliun meningkat 14,77 persen dari tahun lalu,” tutur Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Yudi Harymukti saat Bincang Bersama Media (BBM) di Surabaya, Senin (29/4/2019).

Walaupun terjadi kenaikan, BI mengimbau masyarakat Jawa Timur agar tidak khawatir dengan kecukupan uang rupiah selama periode Ramadhan Idul Fitri 2019.  “Bank Indonesia siap melayani kebutuhan uang tunai dan sistem pembayaran masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1430 H/Tahun 2019,” tambahnya.

Untuk melayani dan memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil, KPw BI Jatim telah melakukan langkah-langkah antisipatif melalui koordinasi dengan perbankan dan pihak terkait lainnya untuk melakukan layanan penukaran kepada masyarakat. “Kita telah bekerjasama dengan 68 perbankan untuk membuka layanan penukaran di lebih dari 341 outlet perbankan di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” lanjut Yudi. 

Layanan penukaran melalui perbankan serupa berlangsung pula di kabupaten/kota seluruh wilayah Jawa Timur yang memasang spanduk layanan penukaran.

Selain melalui outlet perbankan, Bank Indonesia bekerjasama dengan 12 bank di wilayah Surabaya membuka layanan penukaran uang bersama di Lapangan Makodam Brawijaya V Surabaya pada tanggal 21 hingga. 23 Mei serta 27 hingga 29 Mei dengan jumlah maksimal penukar setiap hari adalah 1300 orang. 

“Bank Indonesia juga telah bekerjasama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan perbankan untuk menyediakan Layanan Gerak Perbankan yang melakukan jasa penukaran di 17 rest area pada 8 ruas jalan tol, Surabaya-Gempol, Surabaya-Gresik, Surabaya-Mojokerto, Mojokerto-Jombang, Gempol-Pasuruan, Ngawi-Kertosono, Pandaan-Malang dan Pasuruan-Probolinggo. Layanan ini tersedia mulai tanggal 28 Mei hingga. 4 Juni 2019 setiap hari Selasa dan Kamis,” lanjut Yudi. 

Adapun nilai maksimal yang dapat ditukarkan oleh satu orang adalah sebesar Rp 3,7 juta yang terdiri dari pecahan Rp 2 ribu hingga Rp 20 ribu, “Agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga, masyarakat dihimbau untuk menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan oleh BI bersama dengan perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI. Hal ini untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih,” lanjut Yudi. 

 Yudi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penukaran uang secara berlebihan dan selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat – Diraba – Diterawang). 

Bank Indonesia juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan alat pembayaran non tunai dalam bertransaksi serta mendorong perbankan untuk memperluas penggunaan instrumen pembayaran non tunai dan ekosistem non tunai.

“Selain melayani penukaran uang tunai, layanan gerak di ruas jalan tol juga akan melayani penjualan dan top up uang elektronik mulai tanggal 25 Mei hingga 15 Juni 2019. Dengan alat pembayaran non tunai, transaksi dapat berjalan lebih mudah, efisien dan aman,” pungkas Yudi.kbc6

Bagikan artikel ini: