Jelang Ramadan dan Lebaran, fintech tangkap lonjakan pengajuan pembiayaan

Kamis, 2 Mei 2019 | 07:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Setiap menjelang Ramadan dan Lebaran, permintaan akan pembiayaan oleh masyarakat cenderung meningkat. Fenomena ini ditangkap perusahaan fintech peer to peer lending  dengan menggenjot penyaluran pinjaman menjelang momen tersebut.

Co Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan, permintaan dana saat momen seperti ini pasti tinggi. Ini lantaran pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mempersiapkan diri memenuhi kebutuhan permintaan dari konsumen yang biasanya meningkat saat Ramadan maupun Hari Raya.

"Iya biasanya menjelang akan cukup banyak. Tahun lalu ada kenaikan pinjaman menjelang bulan Ramadan. Untuk persentasenya kurang tahu ya. Tapi April lalu ada peningkatan cukup tinggi dibanding Maret," ujar Reynold Wijaya, Rabu (1/5/2019).

Modalku telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 5,86 triliun ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Khusus ke UMKM di Indonesia, penyaluran pinjaman mencapai Rp 3,5 triliun. Jumlah tersebut terhitung sejak Modalku beroperasi pada Januari 2016.

Berbeda dengan Modalku, menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, volume pinjaman Akselaran diprediksi malah akan turun. "Untuk Akseleran, berhubung kami main di pinjaman usaha (UKM), tidak terlalu banyak efek puasa dan Lebaran. Tahun lalu juga begitu. Justru mendekati Lebaran dan selama libur Lebaran, volume pinjaman akan turun karena usaha-usaha juga libur," kata Ivan Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran.

Akseleran telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 400 miliar ke usaha kecil, dan menengah (UKM) di Indonesia hingga kuartal I 2019. Secara kumulatif, khusus di kuartal I 2019 total dana yang disalurkan sekitar Rp 170 miliar.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede mengatakan, tahun lalu sebelum bulan puasa atau Mei 2018, jumlah akumulasi penyaluran pinjaman fintech meningkat 13,65%. Lalu, selama bulan puasa atau Juni 2018, jumlah akumulasi penyaluran pinjaman meningkat 24,03%. Setelah puasa atau Juli 2018, penyaluran pinjaman fintech meningkat 20,55%.

"Untuk tahun ini 2019, kami memperkirakan kenaikannya melebihi dari tahun lalu seiring bertambahnya jumlah penyelenggara peer to peer (P2P) lending P2P dan meningkatnya pemahaman masyarakat ttg kehadiran platform P2P," kata Tumbur.

Tahun lalu, total penyaluran pinjaman fintech lending sekitar Rp 20 triliun. Untuk tahun 2019, Tumbur menargetkan tumbuh dua kali lipat menjadi sekitar Rp 40 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: