Mal furnitur dan interior bergaya Scandinavia, JYSK Indonesia hadir di Surabaya

Kamis, 2 Mei 2019 | 23:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gencarnya pembangunan apartemen serta kompleks perumahan yang menyasar kaum milenial di Surabaya dan sekitarnya mendasari JYSK Indonesia untuk ekspansi ke Kota Pahlawan.

Melalui PT Inti Selaras Mandiri, salah satu subsidiary dari OT Group, JYSK Indonesia menyapa pertama kalinya masyarakat Surabaya dengan membuka gerai di superblok Gunawangsa Tidar Surabaya.

Chief Executive Officer OT Ritel, Sastria Djaja Sunur mengatakan Surabaya adalah pasar yang potensial. "Properti berkembang pesat. Apartemen sudah mulai berdiri hingga ke lokasi pinggiran. Kalau bisnis properti berkembang, bisnis furnitur juga akan mengikuti," katanya di sela pembukaan gerai perdana di The Central Gunawangsa Tidar Surabaya, Kamis (2/5/2019).

JYSK adalah jaringan ritel internasional. Di Indonesia franchise dipegang Orang Tua (OT) Group. Sudah lima tahun terakhir OT memegang jaringan ritel ini untuk dikembangkan di Indonesia. Bahkan OT adalah pihak pertama yang membawa JYSK ini bukan hanya di Indonesia tapi di Asia.

Diakui Sastria, di JYSK Surabaya, 60 persen berisi furnitur sisanya adalah perlengkapan pendukungnya, seperti home decor, peralatan dapur dan lainnya.

“Kalau hanya furnitur, orang akan datang ke sini sebulan sekali. Tapi kalau ada produk lain pendukungnya, kami harapkan setiap hari orang akan datang,” tambah Sastria.

Sastria optimis, JYSK di Surabaya bisa berkembang pesat. Karenanya, dalam tahun ini JYSK akan membuka gerai keduanya di Surabaya tepatnya di Surabaya Barat.

“Kami menargetkan September buka lagi. Ini sebagai bentuk optimis kami bahwa Surabaya akan sangat potensial. Selain itu kami juga akan buka di kota lain karena target kami di tahun ini gerai bisa menjadi 25,” ujar Sastra.

Head of Corporate and Marketing Communications OT Group, Harianus Zebua menambahkan, JYSK merupakan retail furnitur asli Denmark, dimana untuk di wilayah Indonesia menggandeng OT Group. Indonesia bahkan menjadi negara pertama di Asia Tenggara untuk ekspansi JYSK.

"Dengan semua gaya dan keunggulan furnitur ala Skandinavia, JYSK terus melebarkan sayap dengan melihat potensi di berbagai  wilayah Indonesia. Sejak Februari 2014 yang lalu hingga Januari 2019, JYSK Indonesia telah memiliki 18 gerai, dan di The Central Gunawangsa Tidar ini, adalah yang pertama di Surabaya dan gerai yang ke 19 secara nasional," bebernya.

Ke-18 gerai yang sudah ada tersebut tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Bandung, dan Makassar.

Menurut Harianus, dipilihnya Surabaya sebagai ekspansi selain merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, khususnya di sektor properti seperti perumahan, apartemen, hotel, pusat belanja dan tujuan wisata.

"Bersamaan dengan penambahan gerai-gerai JYSK di Indonesia, JYSK secara konsisten menghadirkan konsep dan desain Scandinavian style yang minimalis di seluruh gerainya. Konsep desain Skandinavia diwujudkan dalam style minimalis dan bersih," ulasnya.

Dengan memiliki luas 686 m2, JYSK Indonesia di The Central Mall, Surabaya menawarkan 10 kategori keperluan rumah bergaya minimalis yang modern dan kualitas tinggi, cocok dengan gaya perumahan dan selera masyarakat Indonesia terhadap furnitur. Produk-produk JYSK tersedia dalam 3 level harga, yaitu Basic (get a good product for a good price), Plus (get extra comfort and quality) dan Gold (get the absolute best quality that money can buy).

JYSK didukung oleh keunggulan produk furnitur yang menawarkan desain dalam konsep value- function-instyle. Tren pemilihan furnitur kini bukan hanya sekedar terbatas sebagai pengisi rumah, namun juga pada penekanan high value, dalam pengertian harga yang terjangkau namun tetap stylish dan multifungsi. 

"Inilah yang menjadi alasan kehadiran produk- produk JYSK di Indonesia. JYSK merupakan retail chain furnitur Pertama di Indonesia yang memperkenalkan konsep scandinavian style, yang menurut kami cocok dengan tren desain properti di Indonesia terutama di kota-kota besar, yang cenderung minimalis dengan area terbatas," tegas Harianus. kbc7

Bagikan artikel ini: