BI berpeluang pangkas suku bunga acuan di semester II, ini alasannya

Jum'at, 3 Mei 2019 | 06:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengetatan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve/The Fed pada 2019 diperkirakan tidak akan seagresif pada tahun lalu. Hal ini membuka ruang pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Hal itu dikatakan Director & Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Management Indonesia, Ezra Nazula di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Dia menuturkan, pemangkasan suku bunga acuan atau stimulus moneter dapat mendukung peningkatan daya beli masyarakat. Selain itu, tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mulai mereda, dan stabilitas rupiah semakin terlihat. 

"Narasi dovish The Fed di akhir bulan Maret membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk melakukan pemangkasan suku bunga Iebih cepat dari perkiraan, selama data-data ekonomi dalam negeri seperti inflasi, deflsit neraca berjalan, serta nilai tukar Rupiah cenderung stabil dan suportif," kata Ezra.

Menurut dia, pemangkasan suku bunga diperkirakan menguntungkan obligasi bertenor pendek dan tenor panjang. Obligasi tenor pendek yang cenderung Iebih sensitif terhadap perubahan suku bunga, akan bergerak lebih dulu dengan besaran penurunan imbal hasil yang dipengaruhi seberapa besar ekspektasi penurunan suku bunga acuan. 

"Penurunan imbal hasil tenor pendek ini akan diikuti penurunan imbal hasil obligasi tenor panjang," sebut dia.

Berbicara mengenai Pemilu, Ezra melihat pemilu yang berlangsung kondusif akan dukung pasar obligasi. Hilangnya ketidakpastian politik dapat mendorong dana masuk. baik daari investor domestik maupun global.

Sejauh ini, target obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun masih berada di kisaran 7,0 persen hingga 7,5 persen. "Target ini masih bisa direvisi turun jika Bl melakukan pemangkasan suku bunga," imbuhnya.

Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan prediksi pemangkasan suku bunga BI belum akan terjadi pada semester pertama 2019.

"Tapi ini kayaknya tidak akan terjadi di semester pertama ini, mungkin bisa di semester kedua. Bisa juga mundur ke tahun depan," ungkapnya.

Bank Indonesia, kata Katarina, tentu akan memperhatikan kebijakan The Fed ke depan, sebelum memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan.

"Sekarang 6 persen untuk BI 7-days Repo Rate. Kalau the Fed turunkan suku bunga ada ruang bagi BI untuk turunkan juga suku bunga," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: