Pelindo III gelar simulasi penanganan keributan di area pelabuhan

Jum'at, 3 Mei 2019 | 09:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjelang siang, Kamis (2/5/2019) di Terminal Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, terjadi keributan. Rupanya ada kesalahpahaman antara Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan anggota Port Facility and Security Officer (PFSO) serta tim K3 saat patroli simpatik.

Hal itu dikarenakan ada anggota TKBM yang belum mengenakan APD saat bekerja. Ketentuan itu telah diterapkan PT Pelindo III sesuai regulasi internasional, yakni International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. Sehingga keributan pun tak terelakkan. Para anggota TKBM bahkan berdebat sampai terjadi saling dorong dengan security akses gerbang masuk Terminal Jamrud. Tidak itu saja, bahkan sampai mengancam akan menghentikan operasional bongkar muat. 

Ancaman tersebut direspons sigap oleh PFSO Pelindo III yang mengantisipasi potensi risiko keamanan dengan menaikan tingkat keamanan (security level) dari I ke II. Kemudian karena TKBM yang berkumpul semakin banyak hingga menutup akses dengan membawa kayu, serta dikhawatirkan merusak fasilitas pelabuhan. Maka tingkat keamanan dinaikkan ke level III dan melaporkan kondisi tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sembari menunggu Tim Dalmas kepolisian tiba, PFSO segera mengevakuasi pengguna jasa dan pekerja ke lokasi aman.

Kejadian “keributan” itu hanyalah simulasi penanganan unjuk rasa yang terjadi di area pelabuhan yang mana termasuk daerah obyek vital nasional (obvitnas). Simulasi tersebut berkoordinasi dengan TNI, kepolisian, Otoritas Pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak.

Saat memantau situasi pengamanan dari posko Terminal Gapura Surya Nusantara, Kabid Penjagaan Patroli dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak, Capt. Roni Fahmi, mengapresiasi langkah Pelindo III untuk melaksanakan simulasi pengamanan tersebut.

“Latihan tersebut harus rutin dilaksanakan 18 bulan sekali, untuk meningkatkan dan memastikan kesiapsiagaan PFSO Pelindo III di lapangan. Serta kelancaran koordinasi operasi pengamanan dengan satuan terkait, TNI-Polri. Keamanan pelabuhan berstandar ISPS Code merupakan aspek penting agar operator pelayaran dan kapal, serta pengguna jasa, tetap memercayakan bisnis logistiknya melalui Pelabuhan Tanjung Perak,” terang Capt. Roni Fahmi, sesaat sebelum membuka simulasi penanganan unjuk rasa, Kamis (2/5/2019). 

Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata, menambahkan, Pelindo III berkomitmen dalam penerapan pengamanan pelabuhan dan fasilitasnya sesuai standar internasional ISPS Code. Komitmen tersebut berbuah manis, karena belum lama ini Pelindo III meraih 6 penghargaan dalam Anugerah K3 Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. 

“ISPS Code dan prinsip K3, serta koordinasi dengan Kementerian Perhubungan juga penting dilaksanakan di terminal penumpang kapal laut, Gapura Surya Nusantara, yang akan menyambut puluhan ribu pemudik pada musim libur Idul Fitri tahun 2019 ini. Agar para penumpang kapal laut dapat mudik dengan selamat dan nyaman hingga kampung halaman,” tambah Wilis Aji. kbc4

Bagikan artikel ini: