Pebisnis berharap BI pangkas bunga acuan 50 bps, ini alasannya

Sabtu, 4 Mei 2019 | 10:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha berharap Bank Indonesia (BI) dapat melonggarkan penetapan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di tahun ini. Besaran penurunan yang diharapkan adalah 50 basis point (bps).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi B Sukamdani menjelaskan, penurunan suku bunga acuan tersebut dapat dilakukan secara bertahap oleh bank sentral.

"Berharap semaksimal mungkin bisa dilakukan, BI biasanya kan turunnya bertahap 25 bps lalu 50 bps gitu. Tapi kalau menurutnya saya kalau bisa sampai 50 bps lebih bagus," kata dia di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Dia menyatakan, penurunan suku bunga juga akan membuat para pencari modal semakin gampang untuk mencari pinjaman dari perbankan. Saat ini bunga pinjaman masih terlalu tinggi yaitu berkisar di atas 10 persen.

"Perbankan masih tetap jadi pilihan utama para pengusaha kita. Yang jadi masalah adalah perbankan kita itu dengan berbagai alasan tidak pernah bisa mencapai apa yang diharapkan sektor riil, masih saja lending di double digit," ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan berada pada angka 6,00 persen. Sementara suku bunga Deposit Facility pada angka 5,25 persen dan Lending Facility 6,75 persen.

Dia menilai, BI dapat menurunkan suku bunga acuan dari 6,00 persen ke level 5,5 persen. Sebab saat ini dikatakan sebagai momentum yang tepat untuk melakukan pelonggaran suku bunga acuan.

Kepercayaan investor terhadap pasar di Indonesia disebutnya sudah cukup baik terlebih dengan selesainya pemilihan presiden pada April lalu.

"Jadi turun ke 5,5 persen, momentumnya bagus, kondisi itu relatif secara fluktuasi dinamika lebih terkendali dan arahnya postifi," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: