PRODes, startup yang berambisi jadi marketplace bagi UMKM di desa

Minggu, 5 Mei 2019 | 08:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.,com: Indonesia kaya akan budaya mulai dari makanan, hasil alam, tradisi, bahasa, kain daerah, dan masih banyak lagi. Tak heran jika setiap daerah memiliki produk khas yang menjadi andalan masing-masing. Potensi yang melimpah tersebut membuat banyak melahirkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Didasari hal itu, Pasar Rakyat Online Desa atau disingkat PRODes berupaya menjadi wadah bagi UMKM desa di seluruh Indonesia.

Meski demikian, usaha rintisan atau startup yang didirikan Hamdani tersebut, saat ini baru mengawali kegiatan di daerah Kabupaten Kampar Riau. Namun, ke depan Hamdani mengharapkan PRODes mampu menjadi marketplace seluruh UMKM yang ada di Indonesia yang tentunya menjadi media promosi potensi desa-desa.

"Penegasan platform PRODes menata UMKM sesuai dengan domisili desa-desa. Mungkin lebih memudahkan dan meyakinkan konsumen untuk melakukan komunikasi dan transaksi," jelas Founder PRODes.id Hamdani beberapa waktu lalu.

Hamdani bilang PRODes menargetkan mampu menjadi database UMKM se Indonesia di masa depan. Hamdani menyebut bahwa PRODes akan berbeda dengan marketplace pada umumnya. Makum, saat ini hampir seluruh UMKM tersebar di berbagai marketplace yang sudah eksis di Indonesia.

Menurutnya, PRODes akan menyusun dan mendata UMKM berdasarkan wilayah desa masing-masing. Alhasil, UMKM yang umumnya mendaftar ke pihak marketplace seca langsung, kini hanya cukup mendaftar ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa tempatnya tinggal untuk menjadi bagian dari PRODes.

"Karena UMKM yang gabung ke BUMDes, artinya telah resmi terdaftar di PRODes," sambung Hamdani.

Alur kinerja PRODes sendiri ialah mulai dari UMKM yang mendaftar melalui pihak desa (BUMDes) yang kemudian memasarkan produk melalui PRODes hingga kemudian sampai pada konsumen melalui akses pada website Prodes.id.

Gagasan adanya PRODes sudah ada sejak 2018 dan mulai pra launching pada Januari 2019.

Hamdani bilang. UMKM yang sudah bergabung merupakan binaan Badan Pimpinan Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kampar, yakni sebanyak 40 UMKM. Target awal dicanangkan semua desa di Kampar atau 242 desa nantinya bergabung dengan PRODes, kemudian menyusul desa di seluruh Indonesia.

Produk yang ada di PRODes saat ini bermacam-macam, mulai dari kerajinan rotan, pernak-pernik khas daerah, fesyen dan aksesori batik khas khas daerah, hasil kebun dan, kuliner, jasa wisata, seperti sewa homestay dan juga Layanan donasi untuk usaha di Desa (DONASIndes). kbc10

Bagikan artikel ini: