Laris-manis, Grand Sungkono Lagoon mulai pasarkan tower ketiga

Minggu, 5 Mei 2019 | 15:07 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tingginya animo investor terhadap superblock Grand Sungkono Lagoon (GSL) membuat manajemen PT PP Properti Tbk semakin optimistis penjualan tower ketiga, Orlin, akan berjalan sesuai target.

Menurut Lusiani, marketing manager GSL, saat ini pihaknya memang fokus memasarkan tower ketiga, yaitu Tower Orlin. Tower pertama, Venitian, sudah serah terima, bahkan sudah banyak yang dihuni. Sementara tower kedua, Caspian, saat ini penjualannya sudah mencapai 90 persen.

“Sekarang tower Orlin yang sudah mulai kami pasarkan. Karena tower Caspian hanya tinggal 10 persen saja dari total 500 unit,” kata Lusiani belum lama ini.

Dia menjelaskan, tower Caspian yang tersisa 10 persen memang sengaja ditahan karena lokasinya termasuk yang terbaik. Namun begitu bila ada yang menginginkan membeli pihaknya tetap melayani. Tipenya juga lengkap mulai 1, 2, dan 3 bedroom. 

Sementara itu, tower Orlin sengaja intensif mulai dipasarkan. Karena ini tower yang terbaru. Ada dua yang dipasarkan yakni Orlin South dan Orlin North. Namun saat ini yang mulai dipasarkan adalah Orlin South.

“Jumlahnya ada sekitar 600-an unit. Harganya mulai Rp 900-an juta hingga Rp 2 miliar. Sekarang sudah banyak yang terjual,” tambah Lusi.

Dia mengaku, Orlin South memang tidak dipasarkan serentak namun sengaja dibikin per fase. Jadi dipasarkan per beberapa lantai. Namun kalau habis dipasarkan lagi beberapa lantai berikutnya.

“Sementara yang Orlin North belum kami pasarkan karena tipe besar-besar dan semua private lift. Jumlahnya terbatas hanya 300 unit dengan harga mulai Rp 2 - 7 miliaran,” tandasnya.

Soal market apartemen, dia mengaku optimistis. Pasalnya, sekarang pembelinya bukan hanya dari Surabaya saja namun juga dari luar kota, luar provinsi bahkan luar pulau. Karena itu pasarnya semakin luas.

“Sekarang bukan hanya dari  luar kota saja yang beli apartemen di Surabaya namun juga dari luar provinsi dan luar pulau,” katanya.

Lusi menjelaskan, banyak investor dari Jawa Tengah seperti  Solo dan Semarang yang mulai membeli apartemen di Surabaya. Alasanya, selain harganya lebih murah dibanding di Jakarta, juga perjalananya semakin cepat sejak adanya tol Trans-Jawa.

“Selama ini kiblat mereka selalu Jakarta. Namun sejak tol Trans-Jawa tersambung mereka mulai tertarik ke Surabaya. Karena lebih dekat dan murah dibanding Jakarta,” tambahnya.

Investor dari luar pulau juga semakin intensif membeli apartemen di Surabaya.  Mereka berasal dari Bali, Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Makasar, Mataram dan Papua.  Selain untuk investasi, sebagian juga untuk kepentingan anaknya kuliah di Surabaya.

“Namun ada juga yang membeli untuk keperluan bisnisnya di Surabaya.

Daripada nginap hotel dengan biaya mahal, lebih efisien jika memiliki apartemen sendiri di Surabaya,” ujar Lusiani. kbc2

Bagikan artikel ini: