Antisipasi lonjakan konsumsi, Pertamina MOR V siagakan Satgas elpiji sejak awal Ramadan

Rabu, 8 Mei 2019 | 06:55 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menyambut Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mempersiapkan strategi penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan energi ke masyarakat, termasuk kebutuhan elpiji di Jawa Timur. 

"Guna mendukung kelancaran penyaluran selama momen tersebut, Pertamina membentuk tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri atau Satgas RAFI khusus Elpiji yang akan bertugas sejak tanggal H-30 hingga H+15 Idul Fitri. Tim Satgas ini akan berperan khusus dalam memantau dan mengkordinasikan penyaluran Elpiji mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi hingga pemantauan kondisi di lapangan, sehingga ketersediaan Elpiji di masyarakat dapat terus terpenuhi," ujar unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus, Rustam Aji di Surabaya, Selasa (7/5/2019).

Menurut penuturannya, pada kondisi normal rata-rata konsumsi untuk Elpiji di Jawa Timur mencapai sebesar 97.000 Metric Ton (MT) per bulan untuk Elpiji 3 KG. Sedangkan untuk Elpiji Non-Subsidi mencapai sebesar 6.350 MT per bulan. Pertamina memprediksi konsumsi Elpiji akan mengalami kenaikan 7 persen hingga 9 persen pada Mei dan Juni 2019, dengan estimasi angka mencapai 105.300 MT untuk Elpiji Subsidi dan 6.800 MT untuk Elpiji Non-Subsidi.

Pertamina mengoptimalkan stok di 6 (enam) Depot dan Kilang Elpiji yang ada di Jatim, yang memiliki kapasitas total 119.000 MT, termasuk yang terbesar di Floating-Storage-Offloading (FSO) Kalbut, Situbondo, yang berkapasitas 2 x 44.000 MT. Pertamina juga menjaga kehandalan sarana fasilitas di SP(P)BE dan sarana Mobil Tangki Elpiji (Skid Tank). 

"Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur Elpiji, untuk mengaktifkan Agen dan Pangkalan Siaga, yang tetap akan buka dan melayani kebutuhan Elpiji di hari libur. Di Jawa Timur, jumlah Agen Siaga mencapai 352 untuk Elpiji 3 kg dan 64 agen untuk Elpiji Non-subsidi. Sedangkan Pangkalan Siaga Elpiji 3 kg mencapai 3.800, termasuk SPBU yang menyediakan Elpiji 3 kg," jelas Rustam.

Terkait kestabilan harga, Pertamina telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Satgas Pangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, dan TPID di Jawa Timur. Dan untuk kelancaran proses distribusi, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas.kbc6

Bagikan artikel ini: