Banyuwangi fasilitasi usaha kuliner mikro berburu berkah rezeki Ramadhan

Kamis, 9 Mei 2019 | 12:33 WIB ET

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Ramadhan selama sebulan penuh menyambut bulan suci umat Islam tersebut. Selain berisi beragam kegiatan keagamaan dan seni-budaya Islami, perhelatan itu memberi wadah ke ratusan usaha kuliner mikro untuk berburu rejeki selama Ramadhan.

“Luar biasa ramai sekali Festival Ramadhan ini. Kita ciptakan crowd, ribuan orang datang, ratusan usaha kuliner mikro yang jualan menu buka puasa, PKL-PKL dan usaha rumahan yang ikut, jadi laris semuanya. Kita tata bagus, ada rumbai-rumbai daun kelapa, sehingga pembeli nyaman,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau Festival Ramadhan yang dipusatkan di kawasan Gelanggang Seni Budaya (Gesibu), Taman Blambangan, Banyuwangi.

Dalam festival itu, ratusan usaha kuliner mikro dilibatkan. Ada yang sebelumnya PKL, ada juga yang hasil binaan Dinas Koperasi dan UMKM.

“Bukan hanya nyari rezeki untuk sambut Lebaran, tapi saya harap ini membuka pasar. Kan ada ribuan orang. Nyobain makanan dan minuman. Insya Allah ada yang cocok, bisa pesan ketika ada event ulang tahun, acara perusahaan, dan sebagainya. Jadi ibu-ibu rumah tangga yang ikut Festival Ramadhan ini punya pintu rejeki baru,” jelas Anas.

Menurut Anas, berbeda dengan pasar menu berbuka puasa dan takjil yang ada di kota lain, Festival Ramadhan di Banyuwangi distandarisasi. Tempat berjualan difasilitasi oleh Pemkab Banyuwangi. Usaha kuliner mikro tak dipungut biaya, hanya ada iuran kebersihan sebagai stimulus rasa memiliki sehingga merawat tempat berjualan. Juga secara berkala petugas Dinas Kesehatan mengecek, sehingga pembeli semakin nyaman karena makanan yang dijual memenuhi standar kesehatan.

“Murah, makanan enak, tapi tetap dijamin gizi dan higienitasnya,” papar Anas.

Event yang melibatkan usaha kuliner mikro itu juga didorong Anas digerakkan di semua kecamatan, bahkan di perdesaan. “Saya tadi cek juga di media sosial, di Desa Cluring ada 30 Mbok Yem, Yu Nah, Mbok Tun, ibu-ibu usaha rumahan dilibatkan untuk bikin semacam bazar, diiringi atraksi memancing ikan gratis di desa itu. Dan masih banyak lagi,” jelas Anas.

Berbagai menu buka puasa disajikan di Festival Ramadhan tersebut, mulai kolak pisang precet, kolak kopyor, patula, dan beragam makanan lokal lainnya.

“Di kawasan ini, juga digelar salat Maghrib dan tarawih berjamaah bagi pengunjung. Jadi mereka yang tidak sempat ke masjid, bisa berjamaah di sana,” kata Anas.  

Selain berisi ragam kuliner, Festival Ramadhan juga bakal menghadirkan empat event lain, yaitu Lomba Tartil dan Nasyid (9-10 Mei), Festival Patrol (10-11 Mei), dan Festival Hadrah (17-18 Mei). Semua event itu dipusatkan di Gesibu, Taman Blambangan. kbc9

Bagikan artikel ini: