Genjot pembiayaan syariah, ini strategi multifinance

Senin, 13 Mei 2019 | 05:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pembiayaan syariah multifinance diperkirakan membaik setelah sempat tertekan di tahun lalu. Beberapa pemain multifinance menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan pembiayaan syariah di tahun ini.

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) misalnya, yang telah menyalurkan pembiayaan Rp 631 miliar sampai April 2019. Jumlah tersebut meningkat 94,15% dibandingkan realisasi April 2018 yaitu Rp 325 miliar. Padahal, pembiayaan Adira Finance pada tahun lalu sempat seret.

Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkat pembiayaan syariah, seperti meluncurkan produk baru.

Yang terbaru Adira Finance meluncurkan paket pembiayaan umrah dengan menggunakan akad Murabahah (jual beli). Produk yang resmi dipasarkan Juni 2019 ini menargekan 600 nasabah di tiap kuartal.

"Sekarang kami mulai masa stabilisasi di Adira Finance karena perusahaan menawarkan produk baru dan juga membuka 25 kantor cabang syariah," kata Made di Jakarta, akhir pekan lalu.

Selain membuka kantor cabang, perusahaan juga gencar mengedukasi nasabah dan memperkuat infrastruktur di Unit Usaha Syariah (UUS) Adira Finance. Dengan pencapaian ini, Made yakin pembiayaan syariah sampai akhir tahun akan meningkat. Adapun produk otomotif, masih berkontribusi besar terhadap total pembiayaan syariah.

Pemain lain Indosurya Finance juga menunjukkan kinerja positif. Managing Director Indosurya Finance Mulyadi Tjung mengaku pembiayaan syariah perusahaan mulai membaik di kuartal I-2019 dibandingkan tahun lalu. Untuk mempertahankan kinerja, perusahaan tengah mencari sumber pendanaan baru dari perbankan.

"Pembiayaan syariah sangat tergantung dari perbankan syariah. Kami tengah menjajaki kerjasama dengan beberapa bank," terang Mulyadi.

Di sisi lain Indosurya Finance berencana meluncurkan produk syariah baru yang saat ini tengah dimatangkan. Serta mendorong pembiayaan syariah di sektor produktif untuk para pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Asal tahu saja, pembiayaan syariah industri multifinance terus merosot sejak tahun lalu. Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai Maret 2019, pembiayaan syariah turun hingga 31,26% menjadi Rp 18,05 triliun. Padahal Maret tahun lalu, pembiayaan syariah masih aman di posisi Rp 26,26 triliun.

Dari pencapaian itu, produk pembiayaan jual beli syariah masih berkontribusi sebesar 84,15% dari total pembiayaan syariah. Disusul pembiayaan jasa syariah 15,62% dan sisanya pembiayaan investasi syariah. kbc10

Bagikan artikel ini: