Garuda optimalkan pendapatan dengan jual koper hingga gelang pintar

Selasa, 14 Mei 2019 | 09:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus melakukan transformasi bisnis. Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan dari potensi brand yang dimiliki.

Direktur Kargo dan Pengembangan Bisnis Garuda Indonesia Mohammad Iqbal mengatakan, perseroan akan meningkatkan penjualan hak eksklusif atas brand Garuda Indonesia untuk berbagai produk yang dibutuhkan traveller.

Pihak atau perusahaan yang terpilih wajib membayar di depan atas hak eksklusif sebelum memanfaatkan brand Garuda Indonesia pada produk-produk yang dijual.

“Karena brand Garuda Indonesia sangat kuat, kami akan memberikan kontrak hak eksklusif kepada pihak lain. Kami akan terus meningkatkan pendapatan dari kontrak hak eksklusif ini guna memberi kontribusi terhadap revenue perusahaan,” kata Iqbal dalam keterangannya, Senin (13/5/2019).

Iqbal menyebutkan, salah satu contoh penjualan hak eksklusif brand Garuda Indonesia adalah untuk produk smart luggage. Bahkan, dalam waktu dekat ini akan ada perusahaan yang merilis produk smart luggage dengan brand Garuda Indonesia.

"Koper tersebut akan dilengkapi dengan GPS, sehingga memungkinkan pemiliknya melacak keberadaan kopernya guna mengantisipasi kehilangan. Produk tersebut dijual untuk masyarakat umum. Dengan smart luggage ini sekaligus akan memperluas layanan garuda menjadi pre hingga post journey, khususnya layanan deivery bagasi," terangnya.

Selain koper, lanjut Iqbal, Garuda Indonesia juga tengah menyeleksi perusahaan pembuat Umroh Smard Band.

Perusahaan yang terpilih berhak menggunakan brand Garuda pada produk gelang pintar yang dibuat. Produk gelang pintar itu akan banyak menyasar segmen pasar para jemaah haji dan umrah, disamping menyasar masyarakat umum.

Smart Band ini nantinya bisa memantau keberadaan jemaah, serta kondisi kesehatannya seperi tekanan darah dan detak jantung secara realtime, sera dilengkapi dengan geo-fencing.

"Sehingga pihak terkait bisa melakukan antisipasi atas kondisi jemaah selama beribadah di tanah suci, baik kondisi kesehatan maupun keberadaannya. Saat ini model bisnis seperti itu yang terus kami kembangkan, termasuk untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga terus meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan dalam bentuk layanan hiburan (inflight entertainment/ IFE) serta makanan dan minuman (meal) dalam penerbangan dengan menggandeng pihak ketiga.

Guna meningkatkan layanan ini, perseroan tidak mengeluarkan dana sama sekali. Pihak yang digandeng yang akan membayar ke Garuda Indonesia.

Untuk makanan dan minuman di rute-rute tertentu, Garuda Indonesia telah menghadirkan hidangan dari Hoka-Hoka Bento serta masakan Padang, Sari Mande.

Adapun untuk layanan hiburan, pemasoknya adalah Mahata Aero Teknologi. “Untuk peningkatan layanan tersebut, Garuda Indonesia tidak mengeluarkan dana sama sekali. Justru vendor-lah yang membayar kami karena produknya bisa masuk ke Garuda Indonesia,” tandas Iqbal. kbc10

Bagikan artikel ini: