Ekspor CPO dan produk turunan tembus Rp5,3 triliun dalam 4 bulan

Selasa, 14 Mei 2019 | 11:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Barantan) mencatat kenaikan ekspor minyak kelapa sawit selama periode Januari-April 2019. Kenaikan ini jumlahnya bahkan cukup signifikan yang bisa dilihat melalui data sistim otomasi Barantan (IQFAST).

Kepala Barantan Ali Jamil menjelaskan, ekspor komoditas minyak sawit beserta turunannya pada kuartal pertama ini sebesar 546 juta kilogram (kg) dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,3 triliun.“Alhamdulilah, ini berkat kerjasama semua instansi yang membuat ekspor sawit kita kembali menunjukan tren bagus,” ujar Jamil dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Jamil menjelaskan sejauh ini ekspor tahun 2018 hanya membukukan 460 juta kg dengan nilai transaksi sebesat Rp. 4,5 triliun. Angka ini lebih rendah dari tahun 2016 yang mencapai 607 jt kg dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,5 triliun.

Sedangkan untuk tahun 2017 total ekspor yang ada mencapai 709 juta kilogram dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,5 triliun.“Karena itu, kami terus berupaya dan bekerja keras menerapkan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai komitmen Indonesia dalam skema keberlanjutan,” kata Jamil

Selain itu, kata Jamil, penguatan ISPO juga berfungsi mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Lebih dari itu, ISPO mampu menjawab pertanyaan banyak pihak terkait tantangan penghasil devisa tertinggi di Indonesia.

“Nah, seluruh komoditas yang ada wajib diperiksa karantina untuk menyesuaikan persyaratan negara mitra dagang. Selain itu, kami juga siap melakukan penjaminan kesehatan dan keamanan komoditas ini dengan PC,” katanya.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan Bukhari menjelaskan komoditas sawit yang berhasil dilepas di wilayahnya mencapai Rp 6,45 miliar. Nilai transkasi itu masing-masing untuk 234 ton palm kernel stearin yang dikelola PT. Sintong Abadi dan 495.25 MT yang dikelola Multimas Nabati Asahan.“Kami juga turut melepas komoditas unggulan lainnya seperti kelapa parut sebanyak 25 ton tujuan Felixtow dan Inggris dengan nilai transaksi setara dengan Rp. 577 juta,” katanya.

Selain itu, lanjut Bukhari, ada juga ekspor olahan lain berbentuk sapu lidi sebanyak 350 ton tujuan Pakistan dengan nilai transaksi sebesar Rp. 1,19 miliar. Kemudian ekspor pisang 16 ton, ubi jalar 17 ton, jahe 7 ton, jeruk nipis 4 ton dan kayu manis 6 ton tujuan Malaysia dengan nilai transaksi Rp 178,5 juta.

“Tak ketinggalan, kami juga melepas domba tujuan Malaysia sebanyak 200 ekor senilai Rp 200 juta dan 450 kilogram madu senilai Rp 225 juta dengan total ekspor keseluruhan senilai Rp 8,8 miliar,” katanya.kbc11

Bagikan artikel ini: