Libur Lebaran, konsumsi listrik diprediksi turun hingga 47%

Selasa, 14 Mei 2019 | 21:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi konsumsi daya listrik akan mengalami penurunan hingga 47%. Penurunan ini antara satu wilayah dengan wilayah lainnya berbeda

Sekertaris Ditjen Ketenagalistrikan Munir Ahmad menuturkan, untuk sistem kelistrikan Jawa–Bali akan mengalami penurunan mencapai 35%. Hal ini terjadi lantaran pada masa Lebaran banyak kegiatan industri dan perkantoran tidak beroperasi. Alhasil beban listrik pun mengalami penurunan.

"Jadi kalau semula kebutuhan 27.934 megawatt (MW) paling jadi turun sekitar 17.179 MW. Itu karena kebutuhan dari industi-industri turun. Apalagi rencananya libur sampai 11 hari,” ujar Munir kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Data PLN yang diperoleh kabarbinis.com berkaitankondisi pasokan sistem kelistrikan pada Hari Raya Idul tertanggal 5 Juni 2019 terbilang handal. Setidaknya terdapat cadangan operasi sebesar 10.735 MW ,sementara reserve margin sebesar 63%.

Meski begitu, Munir  memastikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero akan terus menyiapkan ketersediaan energi primer atau bahan bakar pembangkit tenaga listrik."Kami pastikan PLTU batu bara memiliki cadangan minimum 20 hari operasi dan pembangkit BBM, untuk back up, punya cadangan minimum tujuh hari operasi," jelasnya.

Untuk kebutuhan langsung para pemudik, PLN juga memastikan ketersediaan listrik di seluruh rest area di jalan bebas hambatan terutama yang baru saja beroperasi."Kami ingin ikut mendukung terciptanya mudik yang aman dan nyaman maka itu kami pastikan seluruh rest area akan mendapat pasokan listrik yang cukup," tandas Munir.kbc11

Bagikan artikel ini: