Empat bank syariah pelat merah dukung LinkAja Syariah

Rabu, 15 Mei 2019 | 08:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Empat bank syariah yang termasuk anak usaha bank BUMN, yaitu PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), dan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN, anggota indeks Kompas100) ikut mendukung pembentukan LinkAja Syariah.

Hal ini seiring dengan telah dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pengelola platform pembayaran digital LinkAja, di Gedung Bappenas, Selasa (14/5/2019).

Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah, Ventje Rahardjo mengatakan, ikhtiar tersebut dilakukan guna mendukung ekosistem digital, khususnya bagi industri perbankan syariah.

“LinkAja ini kan sudah stabil, Kemarin kami usul bagaimana kalau ada LinkAja Syariah agar halal value chain menjadi lengkap mulai dari payment system syariah, marketplace syariah,” kata Ventje usai penandatanganan.

Ventje juga bilang, meskipun baru empat bank yang bergabung, pihaknya tak menutup kemungkinan beberapa bank syariah lainnya bisa bergabung.

Sedangkan secara teknis LinkAja Syariah disebut Ventje meskipun akan melakukan transaksi digital biasa, namun prinsip-prinsip transaksinya akan dijalankan secara syariah.

“Sebenarnya mirip dengan yang konvensional, namun ketika dipakai di ekosistem syariah ada penyesuaian, yang pasti perjanjian mesti ikuti prinsip syariah, kalau bentuk transaksi ya biasa ada e-wallet, dilepaskan pakai ponsel (QR), tapi ketika digunakan di marketplace halal dari hulu ke hilir akan menjadi halal,” jelasnya.

Sementara itu terkait penyertaan modal, Ventje memperkirakan bahwa empat bank tersebut tak perlu lagi menyertakan modal kepada Finarya. Sebab penyertaan modal dari empat bank tersebut dinilai cukup bagi Ventje.

Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam keterangan resminya menyatakan, pengembangan platform ini juga sesuai dengan visi digitalisasi perbankan BNI Syariah yang secara simultan gencar melakukan transformasi digital dengan penerapan human center design sebagai metodologi dalam pengembangan aplikasi digital. kbc10

Bagikan artikel ini: