Plaform Do-It komitmen dorong UMKM melek digital

Rabu, 15 Mei 2019 | 08:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Sayangnya, masih minim UMKM yang masuk dalam ekosistem digital.

Data di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), UMKM di Indonesia yang masuk ke ekosistem digital hanya berkisar 3,79 juta. Artinya baru sekitar 8 persen dari 59,2 juta pelaku UMKM yang ada di Indonesia yang sudah mengembangkan bisnisnya dengan ekonomi digital.

Melihat kondisi tersebut, salah satu platform Peer to Peer (P2P) Lending, Do-It, semakin gencar mengedukasi UMKM untuk masuk ekosistem digital.

Sebagai lembaga jasa keuangan yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, Do-It, terus berkontribusi kepada masyarakat, khususnya para pelaku sektor produktif.

Salah satunya dengan memberi edukasi finansial bagi komunitas Depok Creative Women (DCW). 

Tema dari acara tersebut merupakan pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis UMKM.

Diharapkan, dengan pelatihan itu, bisa terbentuk masyarakat Indonesia yang produktif sehingga semakin makmur.

Kegiatan edukasi ini disambut baik oleh DCW yaitu kumpulan dari pelaku UMKM khusus wanita yang berdomisili di Depok yang bergerak di bidang kerajinan (craft), kuliner, fesyen dan jasa kreatif.

“Kami mendapatkan ilmu dan wawasan baru berkat adanya kegiatan edukasi ini dan kedepannya ilmu yang diberikan dapat dipraktikkan untuk meningkatkan daya jual produk UMKM dari para anggota DCW,” ujar Ketua Asosiasi Depok Creative Women, Dwi Rianti, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/5/2019).

Founder dari Do It, Jennifer Claudia mengatakan, ke depan Do-It akan terus mendorong literasi finansial di Indonesia.

“Do-It berdedikasi untuk mewujudkan masyarakat yang produktif melalui kegiatan literasi finansial. Kami berharap dengan edukasi yang telah diberikan dapat memberikan manfaat dan juga meningkatkan produktivitas dari para pelaku UMKM itu sendiri,” ucapnya.

Do-It telah memberikan pinjaman pada kelompok masyarakat yang membutuhkan modal produktif dan berencana untuk terus melakukan edukasi finansial agar penerima dana dapat mengelola keuangannya dengan baik. kbc10

Bagikan artikel ini: