Jaring 221 juta peserta, BPJS Kesehatan jadi asuransi terbesar dunia

Rabu, 15 Mei 2019 | 11:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat total jumlah peserta Jaminan Kesehatan NasionaI-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mencapai 221.580.743 jiwa hingga 10 Mei 2019. Jumlah tersebut setara dengan 83,94% dari total penduduk Indonesia.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan, dari angka tersebut, sebanyak 32.033.542 jiwa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen PPU swasta.

Adapun sampai dengan akhir April 2019, terdapat 265.455 badan usaha yang telah terdaftar dalam Program JKN-KIS.

"Dari data tersebut artinya, mulai 2014, BPJS Kesehatan bekerja keras untuk menjadi asuransi kesehatan terbesar di dunia dengan jumlah peserta yang sangat banyak," ujarnya, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Dia mengatakan, jumlah peserta akan terus ditambah salah satunya dengan melakukan perluasan kepesertaan Program JKN-KIS melalui sinergi dengan PT Bursa Efek Indonesia.

Dengan langkah tersebut diyakini dapat mendorong perusahaan mendaftarkan entitas dan seluruh pekerjanya ke dalam Program JKN-KIS sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang bedaku.

“Memiliki jaminan kesehatan adalah hak setiap penduduk Indonesia, termasuk para pekerja, yang tidak boleh ditunda. Melalui kerja sama ini, kami berharap PT Bursa Efek Indonesia bisa ikut memberikan kontribusi besar dalam upaya pertuasan kepesertaan Program JKN-KIS,” katanya.

Selain dalam hal perluasan peserta JKN-KIS, ruang lingkup tersebut juga mencakup sosialisasi kepesertaan Program JKN-KIS kepada perusahaan yang tercatat di BEI serta sosialisasi mengenai Initial Public Offering (IPO) dan investasi kepada perusahaan yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan.

Berlandaskan nota kesepahaman tersebut, BPJS Kesehatan akan memberikan data potensi calon perusahaan dan potensi calon investor yang terdaftar di BPJS Kesehatan kepada PT Bursa Efek Indonesia.

"Sebaliknya, PT Bursa Efek Indonesia akan memberikan data potensi perluasan kepesertaan badan usaha kepada BPJS Kesehatan," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: