Cetak jejaring entrepreneur, Wismilak DSC X gaet coworking Indonesia

Kamis, 16 Mei 2019 | 06:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Punya ide segar, jiwa ulet  dan mengenal target pasar secara baik? Namun minus modal memadai untuk merintis usaha?  Segera kirimkan proposal rencana bisnis ke www.diplomatsukes.com,  siapa tahu Anda sebagai wirausahawan muda yang berpeluang besar meraih hibah modal hingga ratusan juta rupiah.

Belum berhenti di situ. Doni Arya Wibisono, perwakilan dari PT Wismilak Inti Makmur Tbk mengatakan, melalui ajang kompetisi kewirausahawan atau Diplomat Succes Challenge (DSC X 2019) akan mencetak sembilan finalis wirausahawan muda yang memperoleh akses pendampingan bisnis gratis selama dua tahun ke depan.

“Komitmen perusahaan adalah memperkuat ekosistem kewirausahawan di Indonesia,” ujar Doni kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Menurut Doni, melalui ajang DSC yang dijalankan sejak 2010 telah menerima 36.000 proposal rencana bisnis. Dalam kurun waktu ini, perusahan sudah menggulirkan modal hibah kepada pemenang kompetisi kewirausahawan sebesar Rp 13 miliar. 

Doni menambahkan DSC X 2019 yang akan dibuka pendaftaran mulai tanggal 15 Mei sampai 17 Agustus 2019 mampu menjaring mungkin ide-ide bisnis kreatif dan sesuai trend dari calon-calon wirausahawan muda di seluruh Indonesia. ”Syaratnya mereka adalah Warga Negara Indonesia yang berusia 20 sampai 45,” kata Doni.

Ketua Komisioner DSC X 2019 Surjanto Yasaputra menuturkan proses seleksi, masa inkubasi bisnis dan penentuan finalis yang melibatkan juri dan mentor berpengalaman mumpuni. Seperti Helmi Yahya, Direktur TVRI dan juga tokoh terkenal sekaligus pengusaha sukses Antarina SF Ammir, Direktur Highschope Indonesia.

Surjanto menambahkan DSC X 2019 berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Untuk menggali ide bisnis yang diaudisi jauh lebih banyak yakni 150 di tiap lima kota atau 750 proposal. Karena itu pihaknya berkolaborasi dengan co working space. Setelah itu, 20 ide bisnis akan terpilih di tingkat nasional akan mendapatkan pendampingan dari nasional mentor selama dua bulan sebelum dipresentasikan di depan publik saat Final Day di Colomadu,Solo.

Berbeda dengan kompetisi kewirausahaan lainnya, DSC-X 2019 menyediakan jejaring kerja dan kolaborasi yang melibatkan alumni DSC atau disebut juga Diplomat Entrepreneur Network (DEN).  Dengan demikian mampu membuka peluang dan potensi usaha lebih besar melalui keterhubungan dalam jaringan alumni tersebut.

Dua dari peraih modal usaha DSC tahun 2018 dan 2017 yaitu Ryan Adham Saputra peraih modal usaha DSC 2018 dan pemilik Snazzy Boom dan Sandra Lesmana pemenang DSC 2017 dan pemilik Warung Papeda telah mampu mengembangkan usaha dan menjadi alumni DSC yang sukses.

Diharapkan pada tahun ke-10, DSC-X 2019 dapat menjaring antusias peserta melalui proposal bisnis yang akan diikutsertakan nantinya. Sebagai perbandingan, pada DSC sebelumnya, yaitu tahun 2018, dapat menjaring lebih dari 8.000 ide bisnis.

Karena itu, program DSC-X 2019 juga akan bekerja sama dengan Coworking Indonesia untuk mengadakan Roadshow berbagai kampus dan coworking space di sembilan kota di Indonesia dengan tujuan memberikan pengetahuan dan wawasan tentang kewirausahaan yang melibatkan alumni DEN dan Local Heroes, sekaligus juga mendorong mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dalam DSC-X 2019.

"Coworking space adalah salah satu wadah paling efektif untuk menumbuhkan jejaring, keahlian dan kesempatan untuk tumbuh bagi wirausaha. Perkumpulan Coworking Indonesia mendukung inisiatif DSC-X karena program-program yang relevan bagi pertumbuhan dan kesuksesan anggota dan komunitasnya menjadi nilai tambah suatu coworking space.", ungkap Faye Alund selaku Ketua Coworking Indonesia seraya menambahkan diantara finalis DSC juga merupakan komunitas Coworking space.

Adapun, Antarina mengatakan bonus demografi penduduk muda di usia produktif semestinya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi . Antarini menceritakan issue dampak dari penerapan MEA atau liberalisasi ekonomi Asean sempat mengkhawatirkan Indonesia hanya dijadikan pasar oleh negara-negara serumpun.

Untuk mampu berkompetisi harus dikembangkan pola pikir yang mampu memproduksi sekaligus sentuhan inovasi lokal sehingga mampu berdaya saing. Atas hal tersebut, dasar pemilihan finalis wirausahwan DSC X 2019 haruslah memiliki tiga prinsip yang harus dimiliki .Pertama paham,para wirausahawan haruslah memiliki pemahaman yang memadai bukan hanya jasa yang dijual, namun proses bisnis dan pasar  serta kompetitornya.

Prinsip kedua adalah piawai. Para wirausahawan bukan hanya mengerti produknya. Ia juga harus meyakini konsumen juga investor atas produk dijajakan. Karena itu pentingnya communication skill yang dimiliki sehingga ia memiliki kreativitas ketika dalam menangani masalah.Prisip ketiga adalah tangguh.Menurut kesuksesan pebinis adalah mampu berdiri lagi dari kegagalan. kbc11

Bagikan artikel ini: