Antisipasi masalah baru, pemerintah diminta uji coba sistem satu arah tol Trans Jawa

Kamis, 16 Mei 2019 | 08:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta agar rencana pemerintah untuk menerapkan sistem satu arah di Tol Trans Jawa saat mudik Lebaran dilakukan dengan uji coba terlebih dulu.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, rencana penerapan satu arah tol Trans Jawa akan efektif mengurangi kemacetan untuk dari arah Jakarta (arah Cikampek). Namun, hal itu dinilai akan sebaliknya bagi pemudik yang pulang dari arah Jawa menuju Jakarta.

"Pertama jika konteksnya untuk melancarkan arus mudik dari arah Jakarta, tentu saja ini menjadi solusi. Karena volume traffic pada saat puncak arus mudik itu diprediksi 40 persen kendaraan akan lewat jalan tol," jelas dia, Rabu (15/5/2019).

"Tetapi pemerintah harus memikirkan hak konsumen yang lain yang balik dari arah Jawa menuju Jakarta, agar di satu sisi jangan sampe arah tol Trans Jawa lancar tetapi dipinggir-pinggirnya neraka. jadi harus ada rekayasa serupa traffic-traffic yang terdampak di tol itu," tambah dia.

Dia pun berharap, pemerintah dapat berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna melakukan rekayasa lalu lintas bagi para pemudik.

"Sebelum diterapkan mestinya ada ujicoba dulu. Rekayasa bagaimana kira-kira efeknya. Bukan full dengan one way traffic, tapi contra flow, karena contra flow kan separuh ambilnya, sisanya masih ada akses. Jadi ini kerjanya harus lebih kuat lagi antara polisi, dishub dan pihak lain selain awasi tol juga non tol," ucapnya.

Seperti diketahui, demi mengurai kepadatan lalu lintas, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan menerapkan sistem satu arah atau one way di Jalan Tol Trans Jawa, yakni dari Km 29 Cikarang Utama hingga Km 262 Brebes Barat.

Jalur sepanjang itu dikelola oleh beberapa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Desi Arryani mengatakan, akan ada dua ruas tol milik perseroan yang juga bakal terkena sistem one way pada saat mudik Lebaran nanti.

"Ada dua, Jakarta-Cikampek sama Palimanan-Kanci. Cuman kita koordinir teman-teman (BUJT yang lain) untuk di sisi operasinya," ujar dia.

Penerapan sistem satu arah ini total berlaku selama tujuh hari. Dengan pembagian, empat hari pada saat arus mudik dan tiga hari pada arus balik Lebaran. Secara waktu, sistem ini akan mulai berlaku pada pukul 6 pagi sejak hari pertama dan terus berlaku selama 24 jam dalam tujuh hari selanjutnya. kbc10

Bagikan artikel ini: