Antisipasi kenaikan trafik saat Lebaran, ini strategi XL Axiata

Kamis, 16 Mei 2019 | 10:16 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Operator telepon selular telah menyiapkan sejumlah strategi guna mengantisipasi lonjakan trafik selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2019.

PT XL Axiata Tbk misalnya, telah menyiapkan sejumlah langkah, diantaranya dengan meningkatkan kualitas jaringan data di Kawasan Timur Indonesia (KTI), termasuk Jatim, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timut (NTT), dan Sulawesi. 

Group Head XL Axiata East Region PT XL Axiata, Mochamad Imam Mualim mengatakan, dalam menyambut masa libur panjang Lebaran tahun ini, XL Axiata East Region secara serius melakukan persiapan. Baik dari sisi jaringan maupun produk layanan. Kapasitas jaringan di seluruh area rata-rata telah ditingkatkan menjadi dua kali lipat.

"Untuk itu telah diantisipasi dengan meningkatkan kapasitas baik di jaringan core, transmisi, juga kapasitas radio terutama di jalur mudik serta pusat-pusat keramaian atau fasilitas umum, seperti terminal, bandara, rest area di tol, dan sebagainya," katanya pada acara Safari Ramadan dan berbagi berkah bersama anak yatim piatu yang digelar XL Axiata East Region di Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kenaikan trafik yang diperkirakan akan naik sekitar 43 persen dari trafik hari normal. “Untuk area Jatim, merujuk pada tahun-tahun sebelumnya, peningkatan tertinggi diperkirakan akan terjadi di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Banyuwangi,” tandasnya.

Di area Bali, lanjut Imam Mulaim, peningkatan tertinggi diperkirakan akan terjadi di Kabupaten Buleleng. Area Nusa Tenggara Barat di Kabupaten Lombok Timur, sedangkan di Sulawesi diperkirakan terjadi di Kota Makassar. 

“Peningkatan trafik yang cukup tinggi di Sampang karena banyak santri di daerah tersebut yang pulang kampung. Ketika di kampung halamannya, mayoritas mereka menggunakan jaringan XL,” tandas Imam Mualim.

Untuk jaringan, dia bilang, selain meningkatkan kapasitas secara umum sesuai kebutuhan, XL Axiata juga telah menyiapkan dukungan Mobile BTS (MBTS) di sejumlah wilayah yang memerlukan. Antara lain di Exit Tol Ngawi dan beberapa titik di Jatim di Kota Palu-Sulawesi Tengah. 

“Mobile BTS jika diperlukan juga akan kami siagakan di tempat keramaian seperti pelabuhan, terminal, stasiun dan tempat wisata,” bebernya.

Imam Mualim menambahkan, saat ini di wilayah East Region sudah terdapat lebih dari 32.000 BTS, termasuk di antaranya lebih dari 8.300 BTS 4G. Total  jumlah pelanggan sekitar 12,6 juta untuk area Jatim, Bali, NTB, NTT dan Sulawesi. 

“Trafik layanan di East Region dalam setahun terakhir naik 58 persen. Pencapaian ini tentu kami imbangi dengan pembangunan infrastruktur jaringan secara memadai,” ungkapnya.

XL Axiata memastikan, sebagian besar jalur mudik utama telah terlayani dengan jaringan data berkualitas 4G LTE. Di sepanjang Pulau Jawa, 100% baik jalur tol Trans Jawa maupun jalur kereta api Jakarta – Surabaya telah terlayani jaringan 4G LTE. Sementara itu, jalan tol di luar Jawa, yaitu Bakauheni – Terbanggi yang juga sudah beroperasi, jaringan 4G XL Axiata telah meng-cover lebih dari 85% jalur tersebut.

Sementara itu untuk jalan raya non tol pantai Utara Jawa dari Jakarta hingga Surabaya telah ter-cover layanan 4G LTE hingga sekitar 95%, dan jalur non-tol Pantai Selatan mencapai sekitar 90%. Di Sumatera lebih dari 94% jalur mudik utama telah tercover oleh jaringan 4G LTE, sedangkan di Kalimantan mencapai 66%.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kota-kota tujuan utama mudik di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diprediksikan akan mengalami lonjakan trafik sebagai imbas dari terjadinya perpindahan pelanggan untuk mudik dari kota-kota besar seperti Jakarta ke kota yang lebih kecil. kbc7

Bagikan artikel ini: