BPS: Ekspor Jatim turun 13 persen pada April 2019

Kamis, 16 Mei 2019 | 10:21 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja ekspor Jawa Timur pada bylan April 2019 tidak menunjukkan gelagat yang menggembirakan.  Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim terlihat nilai ekspor Jawa Timur bulan April 2019 mengalami penurunan sebesar 13 persen dibandingkan bulan Maret,  dari US$ 1,81 miliar menjadi US$ 1,57 miliar. Sementara dibandingkan April 2018, nilai ekspor juga turun sebesar 4,07 persen. 

Penurunan nilai ekspor April 2019 tersebut lebih disebabkan oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang turun lebih besar walaupun ekspor migas mengalami peningkatan.

“Apabila dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditas nonmigas turun sebesar 14,72 persen, dari US$ 1,73 miliar menjadi US$ 1,48 miliar. Nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 93,95 persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan April 2018, nilai ekspor nonmigas juga turun sebesar 6,14 persen,” ujar Kepala BPS Jatim Teguh Pramono di Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Hal sebaliknya terjadi pada komoditas migas yang naik sebesar 26,71 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari USD 75,08 juta menjadi US$ 95,13 juta pada bulan April. Komoditas migas menyumbang 6,05 persen total ekspor Jawa Timur. Dibandingkan April 2018 nilai ekspor migas juga naik sebesar 45,83 persen.

 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pada  bulan April 2019, penurunan terbesar terjadi pada komoditas perhiasan dan permata yang menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur. Pada April, nilai transaksi ekspor perhiasan dan permata mencapai sebesar US$ 136,16 juta. Nilai tersebut turun sebesar 56,82 persen jika dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya yang mencapai US$ 315,30 juta. 

“Perhiasan/Permata berkontribusi sebesar 9,22 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini. Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Jepang dengan nilai US$ 59,31 juta,” ujarnya.

Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah golongan Kayu dan Barang dari Kayu yang menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 102,70 juta, atau turun sebesar 8,76 persen dibanding bulan sebelumnya. Golongan barang ini menyumbang 6,96 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Jepang dengan nilai US$ 24,33 juta.

Golongan barang yang menduduki peringkat ketiga adalah golongan Tembaga dengan nilai ekspor sebesar US$ 99,42 juta atau turun sebesar 15,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 6,73 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Malaysia sebesar US$ 40,72 juta. 

Walaupun beberapa komoditas ekspor utama Jatim mengalami penurunan, namun ada beberapa komoditas yang justru memperlihatkan gelagat positif dan mengalami kenaikan kinerja. Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar bulan April 2019 dibanding Maret terjadi pada golongan komoditas lokomotif dan peralatan Kereta Api dengan nilai impor US$ 9,62 juta dari bulan sebelumnya US$ 0,95 juta atau naik US$ 8,67 juta.

Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Jepang adalah negara tujuan utama ekspor Jawa Timur bulan April 2019, disusul ke Amerika Serikat dan Tiongkok. Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Jepang mencapai US$ 238,24 juta, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat dan Tiongkok berturut-turut mencapai US$ 219,40 juta dan US$ 163,42 juta. 

Selain tiga negara di atas, kawasan negara ASEAN juga masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur selama bulan April 2019, dengan kontribusi sebesar 16,93 persen. Malaysia menjadi negara utama dengan peranan sebesar 6,64 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur, diikuti Vietnam dengan peranan sebesar 2,92 persen dan Singapura dengan peranan sebesar 2,77 persen. 

“Ekspor nonmigas bulan April ke Malaysia sebesar US$ 98,09 juta. Sementara itu ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 9,36 persen pada bulan ini. Ekspor ke kawasan ini, diantaranya ke Belanda sebesar US$ 28,03 juta dan diikuti ekspor ke Jerman sebesar US$ 23,63 juta,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: