ESET: Industri pangan Jatim melek teknologi analisis lalu lintas jaringan

Kamis, 16 Mei 2019 | 21:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sistem keamanan jaringan yang stabil dan efisien sangat penting untuk melindungi data. Sistem keamanan jaringan yang baik membantu bisnis mengurangi risiko menjadi korban pencurian data dan sabotase –masalah utama yang menjadi momok di dunia siber.

Mengutip studi Verizon dalam Data Breach Investigation Report 2019 berdasarkan analisis 41.686 insiden keamanan, diketahui 2.013 insiden dikonfirmasi sebagai pelanggaran data. Verizon juga menyatakan 25% dari pelanggaran dimotivasi  cyberespionage, meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 13%.

Spionase siber biasanya dilakukan dengan serangan APT (Advanced Persistent Threat) di mana peretas membangun keberadaan ilegal jangka panjang di jaringan untuk menambang data penting dari target. Umumnya instansi pemerintah, perbankan dan industri kelas enterprise.

Perusahaan skala menengah dan atas yang mengelola beragam data dalam jumlah yang sangat banyak dan lalu lalang dalam jaringan perusahaan perlu menerapkan teknologi analisis lalu lintas jaringan dalam sistem keamanan jaringannya. Mengandalkan keamanan perimeter tidak cukup untuk terus mengawasi setiap aktivitas di jaringan, jawabannya tentu mengandalkan analisis lalu lintas jaringan untuk mengawasi atau memantau secara konsisten selama 24/7 karena memang dirancang untuk itu.

Jika pertanyaannya sektor apa yang paling memerlukan, maka infrastruktur penting seperti pembangkit listrik, perusahaan transmisi, pengolahan minyak dan gas, pabrik-pabrik dan bandara sampai layanan pengiriman yang secara default menggunakan SCADA/ICS perlu mengimplementasikannya dalam sistem mereka sebagai bagian dari pertahanan yang komprehensif mendeteksi semua hal yang terjadi di jaringan. Selain itu, instansi pemerintah juga harus ikut ambil bagian dalam penggunaan analisis lalu lintas jaringan untuk melindungi diri dari cyberespionage yang eksistensinya semakin mengkhawatirkan.

“Analisis lalu lintas jaringan adalah teknologi canggih yang dibangun menggunakan kombinasi kecerdasan buatan (AI), machine learning dan analis data canggih. Kemampuannya mengawasi aktivitas secara real time seperti mata yang dapat melihat segalanya, mengenali setiap permasalahan yang muncul di jaringan.”ujar IT Consultant PT Prosperita ESET Indonesia Yudhi Kukuh dalam keterangannya  di Jakarta, kemarin.

Yudhi menambahkan analisis lalu lintas jaringan merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan GreyCortex dengan solusinya yang bernama Mendel. GreyCortex adalah salah satu ESET Technology Alliance. Keungulan utamanya adalah mendeteksi serangan Advanced Persistence Threat/targeted attack yang sangat ditakuti di dunia IT.

Yudhi menambahkan industri pangan seperti jenis makanan dan minuman di Jatim  beranggapan data merupakan rahasia perusahaan. Alhasil , perusahaan memerlukan adopsi teknologi yang mendukung keamanan data .

“Industri pangan ini memiliki resep resep bumbu rahasia.Hingga perusahaan ini membentuk departemen khusus buat development . Mereka harus memastikan data-data yang keluar dari departemen itu rahasia atau tidak,”ujar Yudhi menjawab kabarbisnis.com tanpa menyebut nama industri pangan tersebut.

GreyCortex, sambung Yudho fokus memberikan solusi pada keseluruhan infrastruktur perusahaan dan semua lalu lintas jaringan.Teknologi ini, memberikan sinyal peringatan ketika perusahaan mendeteksi serangan atau malware lebih dini.kbc11

Bagikan artikel ini: