Pemudik via tol diprediksi melonjak, Jasa Marga siapkan Tim Satgas

Senin, 20 Mei 2019 | 11:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2019, operator jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan Tim Satuan Tugas (Satgas) JM SIaga. Upaya ini juga untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas pemudik.

Tim Satgas ini akan turun mengawal para pemudik selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 untuk para pengguna jalan tol.

Peresmian Tim Satgas JM Siaga ini dilakukan langsung oleh Dirut Jasa Marga Desi Arryani lewat prosesi kick off di kantor pusat Jasa Marga, di kawasan Taman Mini, akhir pekan lalu.

Pengukuhan Tim Satgas ini juga dihadiri Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur sebagai Kepala Koordinator dan jajaran Direksi Jasa Marga lainnya seperti Direktur Bisnis Mohammad Sofyan, Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal, serta Direktur Human Capital & Transformasi Alex Denni yang menjadi Anggota Pengarah.

Desi Arryani yang mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir Tim Satgas Jasa Marga telah berhasil membantu kelancaran lalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, dan meningkatkan sinergitas antar sektoral.

Satgas JM Siaga

Namun, Desi mengingatkan kondisi berbeda berpotensi terjadi pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Salah satunya adalah survei Balitbang Kementerian Perhubungan yang memprediksi peningkatan penggunaan kendaraan pribadi sebanyak 17% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hampir 40 persen (pemudik) memilih menggunakan Tol Trans Jawa, sehingga upaya yang sudah kita lakukan saat ini adalah mengantisipasi kepadatan tersebut di gerbang-gerbang tol utama seperti Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, GT Kalikangkung, GT Banyumanik, dan GT Kejapanan Utama. Kita harus memastikan kapasitas transaksinya mampu melayani arus lalu lintas Lebaran,” ungkap Desi Arryani.

Satgas JM Siaga_2

Desi juga menekankan pentingnya aspek keselamatan. Karena itu, pihaknya senantiasa berkordinasi dengan memasang rambu-rambu tambahan.

“Bukan rambu-rambu standar, tapi rambu-rambu tambahan (berdasarkan) atas evaluasi selama Tol Trans Jawa beroperasi yang antara lain berupa rubber strip, warning light, dan CCTV,” jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: