Kemenhub klaim maskapai sudah turunkan harga tiket

Senin, 20 Mei 2019 | 14:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Angkutan Udara  Kementerian Perhubungan Udara (Kemenhub) melakukan pemantauan tarif tiket terkait dengan penetapan aturan baru Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas bawah (TBB) di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng pada akhir pekan lalu. Hasilnya, dikatakan harga tiket yang ditetapkan maskapai masih sesuai aturan.

Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan operator penerbangan mematuhi aturan Keputusan Menteri (KM) 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Dalam Negeri.

Pengawasan dilakukan pada tujuh Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) yaitu Garuda Indonesia sebanyak 12 rute, Batik Air sebanyak 11 rute, Sriwijaya 10 rute, Citilink 10 rute, Lion Air 18 rute, Indonesia AirAsia 3 rute, dan Trigana Air sebanyak 1 rute.

Pada rute yang dipantau, BUAU telah menyesuaikan tarifnya sesuai KM 106 Tahun 2019 untuk penjualan 18 Mei 2019 di antaranya, maskapai Garuda Indonesia yang merupakan kelompok pelayanan full service menerapkan 100 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) yang ditentukan dalam peraturan.

Untuk rute di antaranya Jakarta-Banda Aceh TBA maksimal adalah Rp 2,22 juta dengan penerapan tarif 100% dari TBA yaitu Rp 2,22 juta, Jakarta-Padang TBA maksimal Rp 1,47 juta dengan penerapan tarif 100 % dari TBA yaitu Rp 1,47 juta.

Batik Air yang merupakan kelompok pelayanan full service, penerapan TBA adalah beragam dari 100 hingga 87,81% dari TBA yang ditentukan dalam peraturan. Untuk rute di antaranya, Jakarta-Padang, TBA maksimal adalah Rp 1,47 juta dengan penerapan 100 % dari TBA yaitu Rp 1,47 juta. Untuk rute Jakarta-Denpasar TBA maksimal TBA Rp 1,43 juta dengan penerapan tarif 91,13% dari TBA Rp 1,3 juta.

Selanjutnya, Sriwijaya Air yang merupakan kelompok pelayanan medium service, penerapan TBA dimulai dari 99,92 % hingga 100 %. Untuk rute Jakarta-Palembang TBA maksimal adalah Rp 759.600, dengan penerapan 99,92 % dari TBA yaitu Rp 759.000. Jakarta-Makassar TBA maksimal Rp 1,64 juta dengan penerapan tarif 100% dari TBA yaitu Rp 1,64 juta.

Sementara itu, Lion Air yang merupakan pelayanan standar minimum (no frills service) penerapan TBA adalah 70,44 persen sampai 99,94 % dari TBA yang ditentukan. Untuk rute Jakarta-Malang TBA maksimal Rp 1,015 juta dengan penerapan tarif 70,44 % dari TBA yaitu Rp 715.000. Untuk Jakarta-Kendari TBA maksimal Rp 1,815 juta dengan penerapan tarif 99,94 % dari TBA yaitu Rp 1,814 juta. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti memastikan tarif jarak yang diterapkan oleh operator penerbangan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apabila melanggar akan diberikan sanksi administratif.

"Pantauan hari kedua terkait tarif di Bandar Udara Soekarno-Hatta, tidak terdapat pelanggaran saat kami lakukan pengecekan dan kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi apabila ditemukan operator penerbangan yang menjual tarif tiket penumpang melampaui TBA," tutur Polana di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Penerapan tarif yang dilakukan oleh maskapai adalah tarif dasar yang berlaku sesuai peraturan yaitu tarif jarak yang belum ditambahkan komponen pajak, iuran wajib asuransi dan biaya tuslah atau surcharge. kbc11

Bagikan artikel ini: