Kunjungi Depot Elpiji Tanjung Perak, Direksi Pertamina pastikan stok aman

Senin, 20 Mei 2019 | 19:26 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sejumlah Direksi PT Pertamina melakukan pemantauan pasokan di Depot Elpiji Tanjung Perak. Kunjungan yang bertajuk “Safari Ramadhan” tersebut dilakukan guna memastikan pasokan elpiji selama bulan puasa dan lebaran Idul Fitri. Selain itu, direksi perusahaan migas pelat merah itu juga melakukan pemantauan harga elpiji yang beredar di pasaran.

Depot Elpiji Tanjung Perak adalah salah satu Depot yang cukup strategis karena menyuplai sekitar 68 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang ada di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkertosusila). Jumlah SPBE tersebut mencapai 11 persen dari total jumlah SPBE secara nasional yang mencapai sekitar 130 unit SPBE.

“Dari pantauan yang kami lakukan, bisa dipastikan bahwa pasokan elpiji di seluruh wilayah Indonesia aman dan harga juga tidak ada gejolak walaupun sejak awal puasa konsumsi elpiji masyarakat sudah mulai naik dikisaran 7 persen,” ujar Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas`ud Khamid usai memantau Depot Elpiji Tanjung Perak Surabaya, Senin (20/5/2019).

Kenaikan tersebut menurutnya karena masyarakat banyak melakukan aktivitas memasak sejak awal bulan puasa. Konsumsi  akan kembali bergerak mencapai puncaknya saat H-3 hingga Lebaran di kisaran 20 persen.

“Prediksi kami kenaikan selama bulan Ramadan rata-rata mencapai 10 persen hingga   hari,” tegasnya.

Perilaku ini berbeda dengan siklus konsumsi masyarakat terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM). Saat awal Ramadhan, konsumsi BBM cenderung turun karena banyak masyarakat yang mengurangi aktivitasnya. Dan konsumsi BBM akan mengalami kenaikan mulai minggu kedua Ramadhan.

Sementara di wilayah Jatim, pada kondisi normal rata-rata konsumsi untuk Elpiji mencapai sebesar 97.000 Metric Ton (MT) per bulan untuk Elpiji 3 KG. Sedangkan untuk Elpiji Non-Subsidi mencapai sebesar 6.350 MT per bulan. Pertamina memprediksi konsumsi Elpiji akan mengalami kenaikan 7 persen hingga 9 persen pada Mei dan Juni 2019, dengan estimasi angka mencapai 105.300 MT untuk Elpiji Subsidi dan 6.800 MT untuk Elpiji Non-Subsidi.

Agar tidak mengalami kelangkaan pasokan, maka ketahanan pasokan atau stok elpiji nasional dinaikkan, dari 16 hari menjadi 17 hari hingga 18 hari. Volume stok elpiji dinaikkan dari 24 ribu metrik ton hingga 25 ribu metrik ton menjadi 28 ribu metrik ton.

“Selain memastikan stok, dalam Safari Ramadhan ini kami juga ingin memastikan pekerja Depot tetap disiplin dalam menjalankan tugas sebagai Satgas,” pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: