Tingkatkan produksi migas melalui program 'Road to Giant Discovery'

Selasa, 21 Mei 2019 | 08:18 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Energi menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional. Untuk itu, ketahanan pasokan energi harus dijaga. Dalam hal ini, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi migas dengan mencanangkan program “Road to Giant Discovery”.

“Bagaimana kita bisa mendapatkan lapangan eksplorasi yang memiliki cadangan minyak dan gas besar. Sehingga kita mampu meningkatkan  produksi migas,” kata Kepala SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi di Surabaya, Senin (20/5/2019).

Hal ini penting dilakukan karena produksi migas nasional terusan mengalami penurunan. ''Karenanya, SKK Migas mencanangkan slogan Road to Giant Discovery. Bagaimana mendapatkan lapangan eksplorasi yang memiliki cadangan besar,'' terangnya.

Saat ini, produksi minyak nasional berada di kisaran 800.000 barel per hari (barrel oil per day/BOPD), dani volume tersebut, Jatim memberikan kontribusi cukup besar terhadap nasional yaitu sekitar sebesar 30 persen untuk produksi minyak dan 10 persen untuk produksi gas. 

Sementara produksi Jatim Bali Nusa Tenggara untuk minyak sebanyak 265 ribu bopd sedangkan gas sekitar 730 million metric standar cubic feet per day (MMSCFD). ''Ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak terhadap hulu migas,'' lanjutnya.

Terlait perkembangan proyek migas di Jatim, ia mengatakan cukup positif. Disebutkan, Exxon Mobile Cepu Limited di Bojonegoro mulai ikut mengembangkan satu lapangan Kedung Kris dengan potensi 5.000-10.000 BOPD. Rencananya produksi pada akhir 2019. PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di Bojonegoro sedang mengembangkan fasilitas produksi di Jambaran Tiung Biru untuk produksi gas. Nantinya itu untuk menyuplai kebutuhan domestik di daerah Jatim yang sebesar 170-190 MMSCFD.

''Kemudian di Sumenep Madura, PT EML (Energi Mineral Langgeng) berhasil melakukan discovery dua sumur eksplorasi di darat dan berpotensi dikembangkan,'' paparnya. Sementara Husky-CNOOC Madura Limited akan membor tujuh sumur gas dengan target on stream pada kuartal ketiga 2020.

Sebelumnya pada April lalu, Kangean Energy Indonesia dari proyek gas fase kedua bisa on stream, sehingga ada tambahan gas 290.''Juga, Santos di Sampang di lokasi Paus Biru 1 telah menyelesaikan pemboran, mudah-mudahan bisa discovery dan bisa dikembangkan,'' paparnya. Selain itu ada PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore dan PGN Saka.

Pihaknya juga meminta dukungan dari pemerintah daerah agar kegiatan operasi migas dapat berjalan lancar.. ''Khususnya untuk eksplorasi membutuhkan dukungan dari pemda dan masyarakat, agar mereka dapat terjamin operasinya dan berhasil dalam mencari migas,'' pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: