Pacu kinerja, ini tiga langkah Molindo

Selasa, 21 Mei 2019 | 21:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja PT Madusari Murni Indah atau Molindo terus dipacu. Pada tahun ini, produsen ethanol asal Jawa Timur ini dipastikan bakal melakukan tiga  langkah guna memaksimalkan kinerja perusahaan. Ketiga langkah tersebut adalah mengembangkan bisnis ekspor etanol regional, meningkatkan kapasitas produksi, dan memasang Unit Distilasi 2 di Lawang.

Direktur Utama Molindo, Adikin menyebutkan peningkatan produksi ini akan dilakukan secara bertahap. “Ada tiga target kerja yang akan kami genjot tahun ini, mengembangkan bisnis ekspor etanol regional, meningkatkan kapasitas produksi, dan memasang Unit Distilasi 2 di Lawang (Kabupaten Malang) untuk memperbaiki kualitas dan meningkatkan kapasitas,” terang Adikin Basirun, dalam keterangan resmi yang diterima kabarbisnis.com, Surabaya, Selasa (21/5/2019). 

Emiten berkode MOLI itu telah menetapkan rencana jangka pendek. Salah satunya penambahan unit Vinase Boiler yang menggunakan limbah vinase dari proses fermentasi dan destilasi itu menjadi bahan bakar untuk menghasilkan energi listrik. Selanjutnya listrik tersebut bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan listrik di pabrik gula.

“Kami berencana meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi etanol dengan menambah proses mollases treatment di awal proses produksi, sehingga tetes tebu yang dipakai bisa menghasilkan yield yang lebih bersih dan lebih maksimal,” terangnya pasca rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) di Jakarta 21 Mei 2019.

Berdasarkan laporan keuangan Tahun Buku 2018 (audited), laba sebelum pajak Molindo Group mencapai Rp 129.117.500, atau tumbuh 11,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kinerja MOLI hingga Desember 2018 lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain Net Profit after Tax (NPAT) sebesar 7,90 persen dari sebelumnya yang tercatat 7,74 persen.

Begitu juga dengan Earning Before Income Tax Depreciation and Amortization (EBITDA) 14,70 persen menjadi 16,31 persen, Gross Proft Margin naik dari 32,33 persen menjadi 35,8 persen, sedangkan Current Ratio menunjukkan peningkatan 2,39 persen dari sebelumnya di level 2,14 persen.

Dalam RUPS-LB ini, MOLI menyetujui pengunduran diri Henny Rustanto sebagai Komisaris Perseroan, Adikin Basirun selaku Komisaris Independen, Arief Goenadibrata selaku Direktur Utama, dan Bapak Yonky Saputra Sim selaku Direktur Independen Perseroan.

Selanjutnya perusahaan menunjuk Rodolfo C. Balmater selaku Komisaris Independen menggantikan Henny Rustanto, Adikin Basirun menggantikan Arief Goenadibrata selaku direktur utama, serta Jose G. Tan sebagai Direktur Perseroan yang baru.kbc6

Bagikan artikel ini: