Garuda bakal tutup rute merugikan, mana saja?

Rabu, 22 Mei 2019 | 09:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana menutup dan mengurangi sejumlah rute yang dianggap merugikan dan membebani kinerja perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara mengatakan, penutupan atau pengurangan rute salah satunya lantaran perusahaan tak sanggup lagi memberikan subsidi atas rute-rute tersebut. Belum lagi diperparah dengan instruksi pemerintah untuk menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) sebesar 15%.

"Untuk penerbangan ke Amsterdam nanti akan kita tutup yang awal 6 penerbangan, jadi 3 penerbangan saja. Hanya Indonesia yang ada TBA dan TBB (Tarif Batas Bawah)," ujar pria yang akrab disapa Ari Askhara itu di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Beberapa rute yang dianggap sudah terlalu membebani adalah rute-rute terpencil. Seperti misalnya ke Belitung, Garuda Indonesia diakuinya mengalami kerugian hingga US$ 1,3 juta per 6 bulan.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menambahkan, pihaknya juga sudah menutup beberapa rute. Selain itu ada beberapa rute yang juga tengah dievaluasi sebelum diputuskan untuk ditutup. 

"Singapura-Belitung kita tutup, beberapa lagi kita lihat. Seperti Jakarta-Lombok evaluasi. (Karena TBA diturunkan) belum ada yang ditutup, tapi memang sudah ada yang ditutup 2 bulan sebelum aturan diterbitkan," ucapnya.

Menurut hitung-hitungan manajemen Garuda, jika saja TBA diturunkan hingga 35%, perusahaan bisa menderita kerugian hingga US$ 18 juta. Sementara jika penurunannya hanya 15%, perusahaan masih bisa impas.

"Tanggal 1-12 April kemarin diminta turun, kasih promosi sampai 35-50%. Itu kami rugi US$12 juta selama 12 hari," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: