Perpendek rantai distribusi, Kementan luncurkan MarkPro

Rabu, 22 Mei 2019 | 19:18 WIB ET

BOGOR, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) menginisiasi program “Market Project (MarkPro) Gerakan Memandirikan Peternak Rakyat” dengan tema “Peningkatan konsumsi protein hewani wujudkan SDM Indonesia lebih baik” di Kelurahan Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat. Tujuan kegiatan ini yakni mempertemukan peternak dengan konsumen, sehingga memperpendek rantai distribusi.

"Peternak dapat menjual sesuai acuan dan masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau," ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani di Bogor, Rabu (22/5/2019).

Menurut Fini peternak berkesempatan memasarkan produknya yang berupa daging ayam broiler sebanyak 4.200 ekor karkas ayam dingin segar dan 2.100 kg telur. "Ayam dipotong di RPU yang telah memiliki sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner) dan fasilitas rantai dingin sehingga keamanan dan kualitasnya terjamin," ujarnya.

Ketua Koperasi Pertanian Karya Agrisatwa Alvino Hermano yang memasok daging dan telur ayam kepada MarkPro menuturkan daging dan telur berasal dari peternak-peternak di Kabupaten Bogor.Pendirian MarkPro berawal dari tidak kuatnya beberapa peternak menghadap persaingan. 

Selain itu, ditambah faktor konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih rendah. “Kami ingin mempromosikan konsumsi protein hewani. Nanti demand (permintaan) naik, sehingga harga naik dan layak bagi peternak,” ungkap Direktur Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) Yeka Hendra Fatika.

Dengan demikian, Kementan mengadakan kerja sama dengan tujuh industri pengolahan susu untuk menyediakan susu gratis maupun bazaar produk susu. Ketujuh IPS tersebut adalah PT. Indolakto, PT. Frisian Flag Indonesia, PT. Industri Susu Alam Murni, PT. Fonterra Brands Indonesia, PT. Sari Husada, PT. Cisarua Mountain Dairy, dan PT Greenfields Indonesia. Selain itu, terdapat produk lain seperti beras premium, minyak goreng, gula, dan produk olahan makanan lain dari usaha kecil dan menengah (UKM) yang dijajakan dalam kegiatan MarkPro kali ini.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuturkan program MarkPro sejalan dengan semangat Pemkot Bogor untuk hadirkan kemudahan bagi masyarakat. “Kalau rantai pasok lebih pendek dan kualitas lebih baik, konsumen diuntungkan banget,” ujarnya.

Kegiatan MarkPro juga dilengkapi edukasi pengenalan produk pangan asal hewan yang ASUH kepada masyarakat, melalui Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Bogor, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Kami mengajak masyarakat mengenali secara langsung bagaimana cara membedakan antara karkas ayam yang sehat dengan karkas ayam yang mengandung formalin. Disamping itu juga diajarkan bagaimana mengenali bangkai ayam, sehingga masyarakat tidak salah memilih saat belanja untuk kesehatan keluarga” papar Hasan Abdullah Sanyata selaku Kepala BPMSPH.

Tidak hanya diajarkan mengenali karkas ayam yang sehat, namun BPMSPH juga melakukan sosialisasi bagaimana membedakan telur ayam yang masih baik dan yang sudah rusak. Disamping itu masyarakat juga diajak untuk mengenali bagaimana membedakan antara daging sapi, kerbau dan babi hutan (celeng). kbc11

Bagikan artikel ini: