Incar penjualan Rp1,2 triliun, produsen Cleo tambah 5 pabrik baru

Rabu, 22 Mei 2019 | 22:02 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menargetkan penjualan produk di tahun 2019 ini tumbuh minimal 40 persen atau senilai Rp 1,2 triliun.

Direktur Operasional PT Sariguna Primatirta Tbk Nio Eko Susilo mengatakan, banyak hal yang mendasari perseroan mematok target tinggi di tahun ini. selain adanya penambahan pabrik baru yang signifikan, juga gencarnya perluasan jaringan distribusi serta banyaknya inovasi yang dilakukan perseroan.

"Untuk penambahan pabrik baru misalnya, tahun ini kami akan menambah 5 pabrik baru, seiring dengan kian meningkatnya permintaan konsumen di sejumlah daerah. Dengan penambahan itu, hingga akhir tahun ini perseroan akan memiliki 27 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia," katanya pada paparan publik hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) perseroan di Surabaya, Rabu (22/5/2019).

Kelima pabrik tersebut berlokasi di Sukabumi, Bali, Singosari, Kediri dan Prigen. Total investasi yang digelontokan untuk lima pabrik tersebut mecapai Rp300 miliar.

“Nilai investasi yang kami kucurkan memang cukup besar. Ini karena mesin yang kami beli merupakan mesin canggih. Permintaan pasar Cleo saat ini cukup tinggi. Sehingga kami harus cepat memenuhi permintaan pasar tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan Sariguna Primatirta, selama 2018, emiten berkode saham CLEO itu mencatat penjualan sebesar Rp831,10 miliar. Kemudian laba bersih sebesar Rp63,62 miliar. Penjualan bersih tersebut tumbuh 35,21% dibanding 2017 yang sebesar Rp614,677 miliar. Segmen botol berkontribusi 37,02% terhadap total penjualan. Diikuti galon 34,80%, gelas 27,85%, dan lain-lain sebesar 0,32%. Penjualan di segmen botol selama 2018 mencapai Rp307,67 miliar. Di segmen galon, sebesar Rp289,26 miliar dan gelas Rp231,48 miliar. Sedangkan lain-lain menjadi Rp2,69 miliar. 

Sementara itu selama triwulan I 2019, CLEO berhasil membukukan penjualan sebesar Rp223,5 miliar, tumbuh 37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp162,5 miliar. Laba bersih tercatat Rp25,2 miliar, tumbuh 101% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp12,5 miliar. “Tahun ini kami menargetkan penjualan sebesar Rp1,2 triliun dan untuk laba kami harapkan bisa tumbuh sama seperti capaian di triwulan I,” kata Nio.

Direktur Penjualan dan Distribusi PT Sariguna Primatirta Tbk Toto Sucartono optimistis target penjualan tahun ini akan tercapai. Hal ini karena selama triwulan I penjualan cukup positif. Padahal, pada triwulan I merupakan masa sulit bagi produsen AMDK. Sebab, saat itu adalah musim penghujan. “Pada musim penghujan saja penjualan bagus, apalagi pada musim kemarau,” jelasnya.

Direktur Utama PT Sariguna Primatirta Tbk Belinda Natalia menuturkan, tahun 2019 adalah tahun yang menantang dalam persaingan pasar AMDK yang semakin ketat, seiring dengan bermunculannya merk-merk baru. Namun demikian pihaknya bersyukur masih bisa meningkatkan kinerja perseroan.

"Karena kami terus melakukan perbaikan dan peningkatan di berbagai aspek tata kelola perusahaan. Perluasan jangkauan pasar dengan penambahan jumlah titik distribusi dan armada menjadi kunci peningkatan perseroan di bidang pemasaran. Juga dengan penerapan teknologi mesin baru dan efisiensi biaya berhasil menekan biaya operasional namun meningkatkan kapasitas dan tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan," ulasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: