Bidik 140 juta penumpang, Angkasa Pura I bakal permak sejumlah bandara

Kamis, 23 Mei 2019 | 07:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Angkasa Pura (AP) I berencana merombak wajah sejumlah bandaranya di tahun 2019 ini. Perombakan ini juga diiringi dengan penambahan kapasitas penumpangnya. Ini dilakukan untuk mencapai target kapasitas pengguna bandara hingga 140 juta di tahun 2023.

"Hingga saat ini setidaknya total kapasitas di 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura I sebesar 77 juta," kata Faik Fahmi ketika ditemui usai media gathering di Plasa Senayan, Rabu (22/5/2019).

Bandara yang akan dirombak dalam waktu dekat ini adalah Bandara di Makasar. Di tahun 2019 ini bandara tersebut akan dilakukan peningkatan kapasitas dari 7 juta kustomer menjadi 14 juta kustomer. Adapaun investasi yang diserap oleh perombakan ini dalah 3,2 triliun.

Perombakan yang sama dilakukan pada terminal I bandara di Surabaya. Kapasitas akan dinaikkan menjadi 14 juta padahal sebelumnya hanya 6 juta saja. Revitalisai juga akan dilakukan di Manado, dan Kupang NTT. 

Sementara itu, untuk tahun ini Angkasa Pura I akan meresmikan proyek berupa masjid di bandara Banjarmasin, dan bandara baru di Kulon Progo.

Disebutkan, capital expenditure (capex) tahun 2019 sebesar Rp 17,5 miliar. Faik belum bisa memperkirakannya berapa besar yang terserap hingga kuartal satu ini, yang jelas ia optimis akan terserap sepenuhnya mengingat banyak proyek-proyek yang dikerjakan tahun ini.

Sebagai gambaran, hingga April 2019 terjadi penurunan traffic sebesar 15% hingga 20%. Nilai yang hilang karena penurunan ini setara kurang lebih Rp 300 miliar. Faik menjelaskan, memang hal biasa terjadi penurunan trafic di awal tahun.

Meski tidak dipungkiri, penurunan ini juga dipengaruhi oleh berbagai pihak, khususnya swasta, yang cenderung wait and see terhadap kondisi pasar ketika Pemilu.

"Juli ke Desember biasanya akan membaik. Beruntungnya, setelah Mei ini ada Lebaran dan libur sekolah," jelas Faik, ia optimistis di sisa kuartal nanti kondisi pasar akan membaik.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat akan selau butuh transportasi udara karena bentuk negara Indonesia adalah kepulauan. kbc10

Bagikan artikel ini: