Lebaran, konsumsi listrik di Jawa dan Bali diprediksi turun 60 persen

Jum'at, 24 Mei 2019 | 07:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) memperkirakan konsumsi listrik Jawa-Bali akan mengalami penurunan konsumsi listrik mencapai 60 persen selama Lebaran 2019.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin, mengatakan, pada saat Lebaran beban puncak listrik sebesar 17.179 Mega Watt (MW), sementara daya mampu pasok sebesar 27.817 MW. Perkiraan konsumsi tersebut mengalami penurunan 56 sampai 60 persen.

"Jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak Lebaran yang diperkirakan mencapai Cadangan Operasi 10.637 MW dan Reserve Margin 62 persen," kata Amir saat meninjau Pusat Pengatur Beban (P2B), Gandul, Depok, Kamis (19/5/2019).

Menurut Amir, penurunan konsumsi listrik terjadi secara bertahap mulai terjadi pada 31 Mei 2019 sampai 9 Juni 2019, penurunan terendah terjadi saat puncak perayaan Lebaran Idul Fitri yang diperkiraan jatuh pada 5 Juni 2019. "Ini cukup panjang, hampir dua minggu ya," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada saat Idul Fitri pada umumnya lebih rendah dibandingkan dengan beban puncak pada kondisi hari kerja, kondisi ini disebabkan banyaknya industri dan bisnia yang berhenti beroperasi karena libur lebaran.

"Karena banyaknya industri dan perkantoran yang libur, biasanya memang beban puncak menurun, namun kami akan tetap pastikan suplai dan keandalan tetap terjaga" tuturnya.

Meski demikian PLN akan menyiapkan satuan tugas distribusi yang tersebar di seluruh wilayah. Hal ini untuk menjamin pasokan listrik dan antisipasi gangguan jaringan selama Ramadan hingga lebaran nanti.

"PLN telah menetapkan masa siaga Lebaran dari H-15 sampai dengan H+15 dengan membentuk Posko Lebaran yang beroperasi24 jam. Meski kebutuhan pasokan listrik saat Lebaran menurun, kehandalan sistem harus dijaga," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: