Sony masih tarik ulur 'nyawa' Xperia di pasar smartphone

Jum'at, 24 Mei 2019 | 07:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketatnya persaingan di pasar smartphone membuat pabrikan Sony Mobile harus memutar otak, khususnya terhadap nasib ponsel Xperia buatannya.

Berdasarkan laporan strategi perusahaan untuk tahun fiskal 2019, Sony diketahui mulai "menyerah" di beberapa negara/wilayah pemasaran.

Menurut laporan tersebut, Sony mulai menarik diri dari bisnis smartphone Xperia di beberapa wilayah secara global. Hal itu disebut sebagai salah satu strategi jangka pendek untuk memangkas biaya operasional dan fokus untuk mengembangkan layanan, serta memperkuat brand.

Sony hanya akan fokus menggarap bisnis smartphone Xperia di wilayah yang potensial dengan basis konsumen yang masih besar, seperti Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan beberapa wilayah Eropa.

Sementara wilayah lain seperti India, Kanada, hingga Amerika Serikat akan mulai ditinggalkan. Indonesia sendiri sudah ditinggalkan Sony Mobile sejak tahun 2016 lalu.

Kendati demikian berdasarkan laporan tersebut, Sony masih membuka kemungkinan untuk para konsumen setia yang masih ingin memiliki produk ponsel pintar dari Sony.

Sony masih akan menjual sejumlah produk smartphonenya meski wilayah tersebut bukan lagi menjadi prioritas utama perusahaan. Hanya saja, Sony tidak akan lagi memberi dukungan teknis seperti garansi dan perbaikan.

Dikutip dari Android Headlines, Kamis (23/5/2019), kabar ini sebenarnya tidaklah mengejutkan. Pasalnya beberapa waktu terakhir memang muncul desas-desus bahwa Sony akan segera meninggalkan bisnis smartphone dalam waktu dekat.

Pada akhir tahun 2018 lalu, CEO Sony, Kenichiro Yoshida membuat sebuah rencana bisnis di mana perusahaan akan memfokuskan diri pada layanan dan lini bisnis yang mendatangkan keuntungan.

Dalam presentasinya, Kenichiro tidak menyebutkan lini ponsel pintar sebagai salah satu yang akan difokuskan. Bukan hanya ponsel pintar, lini bisnis elektronik lainnya seperti PlayStation tidak disebutkan Kenichiro dalam pemaparan rencana bisnis tersebut.

Beberapa pihak memprediksi bahwa Sony akan lebih fokus pada pembuatan sensor untuk kamera digital dan kamera ponsel.

Pasalnya lini bisnis inilah yang cukup banyak memberi keuntungan pada perusahaan sehingga Kenichiro memutuskan untuk mendongkrak pembuatan sensor ini.

Kendati demikian dari presentasi bisnis tersebut masih sulit untuk disimpulkan apakah apakah Sony memang benar-benar memutuskan untuk pensiun memproduksi ponsel pintar atau hanya sekadar "vakum" dalam waktu tiga tahun ke depan. kbc10

Bagikan artikel ini: