Diiringi doa anak yatim, Ramadhan Charity Golf cocok untuk wisata bareng keluarga

Sabtu, 25 Mei 2019 | 00:25 WIB ET

BATAM – Tering Bay Ramadhan Charity Golf Tournament sukses digelar, Jumat (24/5). Ratusan wisman hadir pada kegiatan yang digagas Tering Bay Golf & Country Club ini. Maklum, hampir semua peserta membawa keluarganya.

General Manager Tering Bay Enly Yunaeni mengucapkan terima kasih pada Kemenpar yang telah mendukung acara tersebut. Sebelumnya, ia tak menyangka jika kegiatan itu bakal berlangsung dmikian meriah.

“Ini luar biasa. Tering Bay Ramadhan Charity Golf Tournament membuktikan bahwa bermain golf di Batam bisa sekaligus membawa keluarga untuk berlibur. Batam adalah lokasi yang cocok untuk membawa keluarga, murah dan dekat dari Singapura,” ujarnya.

Enly mengatakan, acara terasa lebih bermakna karena diselipkan kegiatan amal yakni menyantuni anak yatim. Jadi, Tering Bay Ramadhan Charity Golf Tournament benar-benar selaras dengan makna Ramadhan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyatakan, wisata golf di Batam memang tak bisa dipandang sebelah mata. Penggemar golf dari Singapura bahkan dibuat terkesima dengan panorama dan layanan berkelas yang ditawarkan Tering Bay Golf & Country Club. 

“Batam adalah surga golf. Layanan dan panorama golf course di Batam sudah kelas dunia.

Batam sangat layak dijuluki "the home of golf".  Desain golf course-nya dikawal langsung oleh perancang internasional. Caddynya juga sangat profesional. Mereka tak hanya membawakan tas pemain dan memungut bola,” bebernya.

Di Batam, caddy juga piawai memberikan saran atau mengarahkan permainan. Bagaimana menghindari bunker dan fountain, semua dikawal ketat oleh caddy. Membaca angin pun sangat jago dilakukan. Ini jadi poin tersendiri.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, Batam oke banget. Usai main golf, peserta bersama keluarga bisa melanjutkan liburan ke berbagai destinasi wisata yang tersedia. Banyak pantai yang menawarkan pemandangan luar biasa.

“Konsep Batam adalah memberikan kesan yang mendalam bagi tamu. Sensasi pengalaman itu tidak bisa didapatkan di tempat lain. Nuansa alam dan keramahan ala Indonesia itu yang diangkat. Kita bikin mereka happy. Setelah itu, mereka akan dengan sukarela menjadi endorser pariwisata Indonesia,” jelasnya.

Batam memang sangat menjanjikan. Daerah ini hanya terpaut 30 menit dari Singapura dan terus didorong menjadi lokomotif besar untuk menggerakkan pariwisata di wilayah perbatasan. Konsep yang dibangun, menjadikan Batam menjadi rumah kedua bagi warga Singapura.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut memuji pengembangan pariwisata yang dibalut dengan inovasi seperti di Batam. Menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada, dan unik, menurutnya sangat dibutuhkan untuk membuat pariwisata Batam dilirik banyak wisman.

“Ini sudah tepat. Menggiring wisman Singapura saat weekdays, kemudian diajak mengexplore, sambil merasakan sensasi di destinasi. Inilah yang mendatangkan repeater tourism. Kalau begini terus, saya yakin pamor wisata Batam makin berkibar," tandasnya. (*)

Bagikan artikel ini: