Gandeng Komunitas Puong, KAI Daop 8 Surabaya sosialisasikan disiplin di perlintasan KA

Minggu, 26 Mei 2019 | 04:10 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dalam rangka mensosialisasikan budaya disiplin berlalu lintas terutama ketika melalui perlintasan, PT KAI Daop 8 Surabaya bersama Komunitas pecinta KA bernama "Puong", menyelenggarakan acara sosialisasi mengenai aturan berlalu lintas di perlintasan kereta api Jalan Bungur (PJL No:1), Surabaya.

Sebanyak 30 anggota "Komunitas Puong" ikut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi kepada para pengguna jalan raya yang melintas tersebut, dengan cara pembagian 500 paket takjil, 1.000 pcs stiker himbauan berdisiplin berlalu lintas dan 500 kuntum bunga. Di perlintasan Jalan Bungur ini, sedikitnya setiap hari dilalui oleh 140 perjalanan KA.

"Kami dari komunitas Puong secara sukarela melaksanakan kegiatan sosialisasi berdisiplin berlalu lintas di perlintasan ini, sebagai bentuk kepedulian kami, agar masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran dengan kendaraan darat untuk selalu berhati-hati dan berdisiplin ketika melintas di perlintasan KA,” ujar Riyat, Ketua Komunitas Puong, di Surabaya, Sabtu (24/5/2019) petang.

Seperti diketahui, menghadapi masa angkutan Lebaran 2019 yang akan tiba, pihak Humas PT KAI Daop 8 Surabaya selalu menghimbau melalui berbagai cara pendekatan komunikasi, agar para pemudik yang menggunakan angkutan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, agar berhati-hati ketika melintas di perlintasan sebidang antara jalur rel Kereta Api dan jalan raya. 

Salah satu bentuk himbauan himbauan tersebut diantaranya dengan cara sosialisasi melalui pembagian berbagai selembaran stiker himbauan agar selalu berdisiplin dan pemberian takjil secara gratis kepada para penguna jalan raya yang melintas.

"Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda stop, tengok kiri - kanan, apabila telah yakin aman, baru bisa melintas. Palang pintu, sirene dan penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda stop tersebut," jelas Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto.

Sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pasal 114 menyatakan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, maka pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain, wajib mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel. 

Apabila pengguna jalan raya tidak mematuhi aturan tersebut, maka sanksi hukum telah menanti, sesuai sanksi hukum yang tertera pada aturan UU No: 22 tahun 2009, pasal 296 bahwa setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah ditutup akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Diharapkan dengan kegiatan sosialisasi keselamatan dari berbagai stakeholders di Wilayah Jawa Timur, angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dapat terus turunkan. Tercatat di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya pada tahun 2017 terjadi 62 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan, kemudian tahun 2018 turun menjadi 51 kasus. Sedangkan untuk tahun 2019, dari periode 1 Januari hingga Mei 2019 telah terjadi 17 kasus kecelakaan.

Pentingnya pemahaman bahwa alat utama keselamatan di perlintasan adalah rambu lalu lintas, ini bisa terlihat dari data jumlah perlintasan sebidang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdapat total jumlah 568 titik. Dari jumlah tersebut, 164 titik ada palang pintunya serta terjaga,  dan sisanya 404 titik tidak ada palang pintunya serta tidak terjaga. 

"Cara yang efektif agar keselamatan pengguna jalan raya bisa terjamin ketika melintas di perlintasan sebidang, adalah dengan cara selalu berperilaku disiplin mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Semoga dengan kesadaran disiplin berlalu lintas yang tinggi dari pengguna jalan raya, angkutan mudik lebaran 2019 ini, bisa menjadi mudik dengan perjalanan yang indah dan berkesan bagi para pemudik," harapnya. kbc6

Bagikan artikel ini: