Mengenal Armudji, 20 tahun tanpa jeda jadi wakil rakyat Surabaya

Senin, 27 Mei 2019 | 15:42 WIB ET

Selalu Respons Cepat Pengaduan Masyarakat

Ketua DPRD Kota Surabaya Armudji dikenal sebagai wakil rakyat yang sangat cepat merespons permasalahan-permasalahan warga. Sosok berkacamata yang selalu bicara blak-blakan ini hampir 24 jam selalu mencermati permasalahan warga dan berikhtiar mencarikan solusinya.

————————

PENGADUAN itu datang masuk ke ponsel Armudji. Infonya kurang mengenakkan. Seorang warga Surabaya, masih berusia pelajar, mengalami kecelakaan tunggal. Rizky Triadiyarma, sang pasien, harus dioperasi di RSUD dr Soewandhie milik Pemkot  Surabaya. Keluarga Rizky adalah penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

Namun, seusai operasi, Rizky tak diperbolehkan pulang. Ada kesalahpahaman antara pihak rumah sakit dan keluarga Rizky lantaran ada sejumlah syarat administrasi yang belum beres. 

Cak Ji, sapaan akrab Armudji, secepat kilat langsung menuju ke RSUD dr Soewandhie. Bergegas dia menuju ke lantai 2 rumah sakit tersebut. Di sana dia menemui keluarga Rizky, mengontak manajemen rumah sakit, lalu mendiskusikan semuanya untuk mencari solusi.

"Ini pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau peserta BPJS. Pasien ini jelas tak sanggup membayar. Ini warga Surabaya pemegang KIS yang berhak atas layanan kesehatan,” kata Cak Ji.

Akhirnya sang pasien pun diperbolehkan pulang.

Begitulah gaya Armudji membantu permasalahan warga. Bagi politisi asli kelahiran Surabaya ini, politik hanya alat untuk membantu warga. ”Saya sering bilang, jadikan kami, para wakil rakyat ini, sebagai alat saja. Peralat kami untuk membantu masyarakat,” ujar pria kelahiran 8 Juni 1965 tersebut.

Armudji memang dikenal cekatan. Ada warga mengadu masalah sertifikat tanah, saatnitu pula dia meluncur ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengadvokasi. Ada keluhan pasar yang mangkrak, Armudji langsung meluncur ke lokasi dan mendesak Pemkot Surabaya segera berbenah.

Ada dokter kesusahan mengurus surat izin praktik, Armudji langsung bergerak agar pelayanan kesehatan ke masyarakat tak terganggu. Warga lanjut usia kesusahan tempat berolahraga senam secara rutin, dia persilakan menempati kantor DPRD Surabaya. Dan masih banyak lagi cerita tentang respons Armudji yang selalu cepat dalam membantu menyelesaikan persoalan rakyat.

Tak heran, Armudji dipercaya 20 tahun tanpa jeda alias empat periode menjadi wakil rakyat sejak Pemilu 1999 sampai saat ini. Semua dijalaninya tanpa money politics, hanya berbekal menjaga kepercayaan rakyat dan selalu membersamai warga dalam suka dan duka. 

Kini, kiprah pengabdian Armudji semakin moncer. Maju sebagai calon anggota DPRD Jatim pada Pemilu 2019, Armudji meraup 136.308 suara dari daerah pemilihan Jatim I (Kota Surabaya). Suaranya tertinggi di antara caleg lain dari dapil Jatim I. Armudji pun melenggang ke DPRD Jatim dengan mulus.

“Saya tak hanya turun ke masyarakat saat mau Pemilu. Politik itu bukan ajang lima tahunan, tapi perjuangan dan pengabdian dalam keseharian. Suara ratusan ribu itu saya raih tanpa money politics karena rakyat melihat rekam jejak saya selama 20 tahun selalu membersamai mereka dalam suka dan duka,” paparnya.

Pengalaman dan kompetensi juga membawa Armudji dipercaya menjadi ketua umum Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi), di mana dia kerap menyuarakan berbagai isu strategis agar mendapat perhatian banyak pihak secara nasional.

Ke depan, Armudji tetap akan menjalani pengabdiannya dengan mengalir. Tak ada ambisi tertentu. Dia hanya ingin berbuat yang terbaik untuk membawa kehidupan masyarakat dan pelayanan publik ke arah yang lebih baik. 

“Saya hanya ingin bagaimana tata kelola pemerintahan semakin baik, pelayanan publik kian berkualitas. Saya terus dorong ke arah sana. Biar rakyat terbantu, rakyat terus merasakan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya. 

Di luar kiprahnya sebagai wakil rakyat, Armudji aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk keolahragaan. Dia memimpin Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Surabaya. Selain itu, tercatat sebagai wakil ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jawa Timur.

“Insya Allah saya ini sudah mengalami berbagai dinamika dan pasang surut kehidupan. Sekarang hanya ingin berbakti, menjadikan kekuasaan sebagai sarana untuk memberi manfaat ke banyak orang,” pungkasnya. []

Bagikan artikel ini: