Jelang Lebaran, Tren tebus Gadai Terus Meningkat

Rabu, 29 Mei 2019 | 01:39 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjelang Hari Raya Lebaran tren untuk menebus barang yang digadaikan meningkat. 

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Harianto Widodo mengatakan, menjelang lebaran minat nasabah untuk melakukan penebusan meningkat.

''Biasanya mulai signifikan ketika seminggu sebelum Lebaran, kemudian seminggu setelah Lebaran,'' katanya Senin (27/5). Di Kanwil Surabaya, misalnya, selama empat hari terakhir tebusan mencapai Rp 23 miliar dan akan terus bertambah. Bahkan secara akumulasi dalam dua pekan terakhir bisa mencapai sekitar Rp 1,5 triliun.

Pola penebusan yang massif menjelang Lebaran menunjukkan adanya kelebihan likuiditas. Selain itu, nasabah juga membutuhkan barang miliknya. Jadi, bukan banyak yang menggadaikan, melainkan justru banyak yang menebus.

''Pola itu juga menjelaskan, orang yang mengakses layanan Pegadaian bukan orang yang kepepet. Karena justru ketika Lebaran malah menebus,'' lanjutnya.

Sedangkan tren untuk menggadaikan barangnya terjadi pada awal Ramadan. Kebutuhan untuk menggadaikan bukan untuk pemenuhan konsumtif saja. ''Karena biasanya untuk menambah stok dagangan atau jualan,'' lanjutnya.

Meski demikian, pihaknya juga memiliki program supaya nasabah kembali menggadaikan barang miliknya. ''Jadi bagi yang menebus, kemudian menggadaikan kembali barangnya, kami sudah ada program promo,'' ungkapnya. Saat ini hampir 98 persen barang yang digadaikan ialah emas, termasuk perhiasan.

Tahun ini perseroan secara nasional menargetkan pertumbuhan sebesar 15 persen dengan nilai outstanding loan sebesar Rp 5 triliun. Dari nilai itu, bisnis PT Pegadaian masih didominasi transaksi gadai yang mencapai 80 persen. Sisanya 20 persen transaksi non gadai.

''Tapi untuk transaksi gadai, pertumbuhan tiap tahun selama tiga tahun terakhir hanya mampu single digit,'' paparnya. Tapi untuk produk baru yang merupakan transaksi non gadai bisa tumbuh 40 persen hingga 60 persen per tahun. Tingginya pertumbuhan ini menunjukkan respon masyarakat yang positif.

''Harapannya, transformasi bisnis Pegadaian terus berkembang. Karena layanan pegadaian di era sekarang masih dibutuhkan,'' ungkapnya. Upaya transformasi itu disesuaikan dengan kondisi yang ada. Salah satunya dengan layanan berbasis aplikasi yakni Pegadaian Digital, dimana nasabah bisa menabung emas. kbc9

Bagikan artikel ini: