Dorong transaksi non-tunai, BI siapkan 12 program sinergi

Rabu, 29 Mei 2019 | 07:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus mendorong transaksi non tunai baik di pemerintahan maupun di masyarakat. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral bersama pemerintah bersinergi untuk memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah yang difokuskan pada bantuan sosial (bansos), transaksi pemerintah daerah dan transportasi. 

Dia menjelaskan hal ini untuk mengubah cara transaksi masyarakat dan diharapkan dapat memperluas akses keuangan.

"Memperkuat kesehatan fiskal dan meningkatkan efisiensi ekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Perry di Gedung BI, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Perry mengungkapkan, nantinya ada 12 program sinergi yang menjadi prioritas bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI dan OJK. Misalnya mempercepat perluasan penyaluran bansos melalui peningkatan kualitas data penerima menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kemudian implementasi biometrik sebagai alat sarana autentikasi yang diawali dengan pilot project.

"Dalam rapat juga membahas perluasan program bansos non tunai dan ketersediaan infrastruktur sistem pembayaran, termasuk di wilayah blank spot antara lain dengan menggunakan EDC offline atau teknologi VSAT," ujar Perry. 

Selain itu juga ada peningkatan edukasi dan pemberdayaan keluarga melalui sosialisasi bersama, pelatihan kewirausahaan serta pengelolaan keuangan dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Kemudian rapat juga mendorong inovasi dan perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sesuai prinsip aman, efisien dan terjangkau melalui penguatan landasan hukum melalui penerbitan peraturan yang ditetapkan presiden terkait elektronifikasi transaksi pemda.

Selanjutnya pembentukan tim perluasan digitalisasi daerah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam implementasi elektronifikasi transaksi Pemda. Lalu penyelenggaraan championship untuk meningkatkan motivasi Pemda dalam inovasi dan perluasan elektronifikasi transaksi Pemda. Lalu ada inovasi e-retribusi dengan menggunakan QR Indonesian Standard (QRIS) untuk optimalisasi PAD yang diawali dengan pilot project.

BI juga mendukung implementasi elektronifikasi pembayaran di sektor transportasi untuk meningkatkan efisiensi ekonomi melalui teknologi nirsentuh pembayaran jalan tol melalui penerapan Multi Lane Free Flow. Jadi nantinya pembayaran di jalan tol tak lagi membutuhkan kartu untuk tap gerbang. 

"Perluasan elektronifikasi di bidang transportasi ini termasuk integrasi moda darat, penyeberangan dan laut," ujar dia. 

Selanjutnya melakukan asesmen atau kajian atas pengembangan model bisnis, termasuk integrasi antar moda sebagai acuan elektronifikasi di moda transportasi secara nasional.

Kemudian juga dibentuk Kelompok Kerja Nasional dalam rangka percepatan perumusan rencana strategis transportasi nasional dan penyusunan peraturan untuk mendukung implementasi elektronifikasi pembayaran di sektor transportasi. kbc10

Bagikan artikel ini: