Ada desakan ganti Airlangga pimpin Golkar, Nurdin Halid beri pembelaan

Rabu, 29 Mei 2019 | 15:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar (PG) Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Halid mengapresiasi kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) DPP Golkar Airlangga Hartarto karena berhasil membawa Golkar meraih hasil maksimal di Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu disampaikan Nurdin menanggapi desakan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk menggantikan Airlangga sebagai ketum. Sebagaimana diketahui, pasca-Pemilu 17 April lalu, sudah mulai mengemuka desakan menggelar Munaslub di internal PG. Alasannya, Airlangga dianggap gagal memimpin Golkar karena hanya meraih 85 kursi di DPR. Angka ini turun dari 95 kursi pada Pemilu 2014.

Nurdin menjelaskan keberhasilan Golkar karena kali ini ikut memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Ini merupakan kali pertama Golkar memenangkan Pilpres pascareformasi.

Dalam Pileg, capaian Golkar secara nasional juga patut diapresiasi. Kurang dari dua tahun masa kepemimpinannya, Airlangga mampu mengantar Golkar pada posisi kedua perolehan kursi di DPR.

“Ini akan sangat berarti bagi Golkar sekarang dan juga di masa mendatang,” ujar Nurdin.

Menurutnya, Golkar menjadi salah satu partai yang turut memiliki andil besar dalam pemenangan Jokowi-Maruf Amin mengalahkan pasangan Prabowo-Sandi. Golkar masuk dalam jajaran koalisi peraih suara mayoritas di parlemen bersama parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf lainnya.

Sebagai pimpinan Golkar Provinsi Sulsel, Nurdin mengaku senang dan mengapresiasi keberhasilan Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga. Menurutnya, Airlangga yang juga Menteri Perindustrian ini mampu menjaga muruah partai dalam kancah politik nasional.

“Golkar mampu keluar dari keterpurukan dalam berbagai situasi politik yang menerpa, baik secara internal maupun eksternal,” ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: